Sabtu, 15 September 2018

Kimia, Biologi, atau Fisika : Mana Yang Bisa Dipelajari Terlebih Dahulu.

Begitu kuatnya stigma pada masyarakat di Indonesia, yang beranggapan bahwa fisika, matematika, kimia, biologi, atau pelajaran apapun yang berkaitan dengan cabang Ilmu Pengetahuan Alam di SMA merupakan pelajaran yang sulit untuk dipahami. Memang sebagian besar benar, penulis juga mengakui bahwa cukup sulit untuk memahami setiap maksud pada tiap rumus dan teori di pelajaran-pelajaran tersebut. Namun pada kesulitan tersebut pasti ada trik untuk mempelajari semua cabang ilmu tersebut.

Ilmu Pengetahuan Alam tersebut hanya membutuhkan dua kemampuan dasar untuk dikuasai, seperti pada pelajaran yang lain dan pelajaran manapun di dunia ini bahkan pelajaran agama dan ilmu ekonomi sekalipun, yaitu kemampuan menganalis dan kemampuan untuk menemukan sebuah hubungan. Selesai. Koneksi yang baik pada pelajaran tersebut memerlukan penguasaan materi dasar yang baik, namun pertanyaan yang sama dengan judul muncul : Mana yang bisa dipelajari terlebih dahulu? Karena ilmu pengetahuan alam merupakan pelajaran yang menggunakan koneksi maka kita dapat mempelajari ilmu tersebut secara bertahap. Yang mana yang merupakan tahap pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Menurut penulis, tahapan itu adalah Matematika-Fisika-Kimia-Biologi.

1. Matematika
Pelajaran ini merupakan ilmu yang paling mendasar, yang menjadikan dasar penghubung yang tidak kasat mata pada setiap pelajaran pada tingkat atasnya. Kamu akan disuruh menghitung luas bangun ruang, mencari persamaan garis, menemukan luas permukaan maksimum untuk mendapatkan volume maksimum, diferensial, limit, trigonometri, integral definit maupun indefinit, suku bunga lewat pertumbuhan dan turunya harga mobil lewat peluruhan, penjumlahan Riemann, aritmetika dasar, aljabar, suku banyak, pertidaksamaan linear maupun persamaan linier, dua maupun tiga variabel, menentukan segala hal yang berkaitan dengan irisan kerucut seperti fungsi kuadrat, puncak maksimum fungsi kuadrat, matriks, vektor, kesebangunan, bangun datar, yang berkaitan dengan bangun ruang prisma, kerucut, kubus, bola, nilai mutlak, dan masih banyak lagi. Siswa yang belajar semua ini waktu sekolah pasti akan mengatakan hal yang sama : "Ngapain gua belajara ginian yak?". Kamu tidak akan sadar ketika belajar matematika, dan akan menyesal belum sadar bahwa pelajaran ini yang menjadi penghubung yang begitu bermanfaat untuk pelajaran-pelajaran di atasnya, sangat-sangat-sangat berhubungan, namun tidak terlihat karena belum dihubungkan. Dalam kehidupan matematika saja bisa menyelamatkan kita dari marabahaya yang luar biasa, contohnya ketika kita akan dilanda tsunami. Tsunami akan sampai pada pantai dalam 6 menit 12 detik, sekarang jam 14:10:23 waktu setempat. Apabila jauhnya pantai dari perumahanmu adalah 4 menit 35 detik, maka kamu memiliki waktu sampai jam 14:21:08 agar dapat melarikan diri dari tsunami tersebut. Untuk kehidupan dasar sehari-hari, matematika sudah cukup untuk bisa makan dan bertahan hidup. Namun apabila ingin hidup yang lebih menantang, dengan segala kecanggihan yang disediakan di sekitar anda, maka anda bisa belajar ilmu yang lebih tinggi, fisika.

2. Fisika
Darimana Badan Meteorologi dan Geofisika dapat mengetahui bahwa tsunami akan tiba dengan perkiraan 6 menit 12 detik? Atau begini saja, bagaimana kamu bisa menentukan seberapa besar kekuatan yang kamu perlukan untuk memindahkan sebuah buku pada meja yang kasar sejauh 30 senti? Kamu perlu fisika untuk mempelajari fenomena alam yang dasarnya tidak bisa dijelaskan dengan matematika seperti petir, tsunami itu sendiri, usaha yang diperlukan untuk memutar roda kemudi mobil, jauhnya lemparan bola yang kamu lakukan, perkiraan pergerakan benda, dan lain sebagainya. Fisika menggunakan hubungan matematis yang jelas untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena tersebut sehingga matematika jelas dipakai agar bisa paham dalam pelajaran fisika ini. Sebenarnya semua pelajaran fisika itu adalah aplikasi dari matematika, dari hubungan dan penelitian yang menggunakan matematika sebagai cara untuk menemukan hasil-hasil satuan fisis seperti waktu, suhu, panjang yang dapat diukur maupun diperkirakan. Dan memperkirakan nilai wakru dan suhu yang telah disebut itu membutuhkan matematika. Nah, pada ilmu fisika yang lebih tinggi, dijelaskan mengapa elektron dapat tereksitasi, mengapa gelombang warna dapat diserap oleh warna sampel yang sama sehingga warna yang diteruskan mengacu pada banyaknya zat pada sampel tersebut? Mengapa bisa dihasilkan gelombang warna tersebut. Namun ilmu-ilmu tersebut terlalu kompleks untuk dijelaskan, dan hanya terbatas pada benda-benda yang berukuran besar saja dan perlu penyesuaian yang banyak untuk menemukan hal-hal yang menarik dalam skala atom dan elektron. Ketika kamu sudah menguasai fisika (disini maksudnya fisika dasar saja dulu) dan juga kemampuan matematis yang memadai, juga kemampuan analisis serta penemuan koneksi yang mumpuni, kamu siap untuk mempelajari ilmu yang ketiga, Kimia.

3. Kimia
Kimia adalah pelajaran yang banyak hafalannya, karena membutuhkan keberanian yang cukup untuk membuktikan ilmu-ilmu kimia, khususnya yang berkaitan dengan reaksi. Reaksi merupakan suatu kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah dengan fisika, karena terjadi dalam skala atom dan juga kemungkinan yang presisi di bagian mana terjadi ikatan atom pada bola atom sangat sulit untuk diketahui, untuk mengubah suatu zat yang direaksikan menjadi produk yang diinginkan. Mengapa membutuhkan keberanian? Karena kamu tidak akan tahu zat yang kamu reaksikan akan menjadi produk apa. Seperti kamu memasak Indomie Rasa Mi Goreng dan kamu campur dengan Mi Sedaap Rasa Bakso, nggak akan tau jadinya apa kan, kamu harus coba eneg dulu baru tau. Sama. Kimia juga gitu. Kenapa Sianida bisa bersifat racun kuat, kita enggak tahu. Orang banyak yang mati makan itu dulu baru tau sianida itu beracun. Namun, banyak dalam aspek kehidupan "The Next Level" yang membutuhkan kimia sebagai prinsip kerja penyelesaian masalah yang lebih mudah dari yang ditawarkan fisika. Contohnya baterai HP yang kamu gunakan sekarang untuk membaca artikel ini, bagaimana bisa kamu melihat HP mu menyala dan dapat menampilkan tulisan ini? Ia butuh tenaga, baterai merupakan suatu tempat penyimpanan energi yang menerapkan pengetahuan mengenai Elektrokimia dan Sel Volta. Mengapa bisa larutan minuman sebotol enam ribuan, Coca Cola dan Sprite, bisa membantu dalam menghilangkan kerak di dinding kamar mandimu? Karena adanya fenomena yang melibatkan ilmu stoikiometri dan ikatan kimia. Mengapa kamu bisa membuat gunung merapi dari soda kue dan cuka? Ini juga melibatkan ilmu stoikiometri dan reaksi dalam larutan. Banyak yang dapat dipermudah dalam hidup ini dengan kimia, yang ilmu fisika sediakan. Namun ilmu fisika tetap diperlukan untuk membuat kimia menjadi kenyataan. Contohnya adalah yang di pabrik ammonia. Ia hanya melibatkan reaksi kesetimbangan namun Ia perlu tempat untuk mereaksikan gas hidrogen dan nitrogen di udara bebas. Ia juga perlu merendahkan suhu dan tekanan yang tinggi agar menghasilkan ammonia yang berupa cairan. Bagaimana suhu dan tekanan dapat diatur sedemikian rupa sehingga membuat reaksi kesetimbangan sederhana menghasilkan profit yang banyak? Dengan menggunakan ilmu termodinamika, perpindahan panas, fluida, dan sebagainya sehingga reaksi dapat dilakukan. Ilmu ini cuma bisa dipelajari di Fisika terdahulu karena tidak ada pelajaran di bidang kimia yang bisa menjelaskannya. Tidak ada di kimia cara mengatur suhu reaksi menjadi sekian. Kimia cuma tau reaksi ini berjalan ke arah produk pada tekanan sekian, volume sekian, dan suhu sekian. Tentang besarnya? Perusahaan akan melakukan riset untuk menemukannya.
Apabila kimia, fisika, dan matematika sudah mumpuni (semuanya dasar yah), bisa pergi kemanapun yang kamu suka, bahkan ke pelajaran sejarah sekalipun karena sudah mempelajari ilmu membuat koneksi antar ilmu pengetahuan dan dalam bidang itu sendiri. Apabila sudah menguasai ketiga ini kamu bisa menggunakan semuanya pada benda mati. Laptop, HP, dinding keramik kamar mandimu, dan termasuk air minummu merupakan benda mati, benda yang tidak bisa bergerak sendiri. Tentang benda hidup, dijelaskan lebih mendalam dengan Biologi, walaupun tidak semua bagian dari kimia, fisika, dan matematika terlibat.

4. Biologi
Jujur penulis jarang belajar tentang biologi karena penulis sekolahnya SMK, dan tidak ada pelajaran biologi dalam kurikulum saya selama 3 tahun bersekolah. Biologi adalah kajian tentang kehidupan, dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi persebaran, dan taksonominya. Bagaimana cara tubuh kita menngunakan makanan sebagai sumber energi utama? Apa yang menyebabkan makanan bisa menjadi sumber energi bagi tubuh kita? Bagaimana cara tubuh mengolahnya? Bagaimana cara pertukaran oksigen dengan karbon dioksida dalam paru-paru kita? Semua pertanyaan itu bisa dijawab sebagian oleh pelajaran kimia yang hanya melibatkan persamaan reaksi. Tapi, sebagian pelajaran dapat dipelajari tanpa mengetahui ketikga pelajaran sebelumnya, walaupun akan digunakan juga di bagian-bagian tertentu. Bagian hafalan dari biologi adalah jenis-jenis bakteri, Reproduksi Jamur, klasifikasi tumbuhan berbiji atau Spermatophyta, Klasifikasi Hewan Intervertebrata, Reproduksi Coelenterata, bagian-bagian dari sel, nama-nama bagian dan fungsi dari jaringan pada tumbuhan seperti jaringan meristem maupun jaringan dewasa atau permanen seperti jaringan parenkim dan jaringan gabus (felogen), Jaringan pada organ-organ tubuh manusia, Rangka Aksial dalam sistem rangka tubuh manusia, alat peredaran darah dan segala bagian dan fungsinya, dan lain sebgaianya. Hubungan biologi dengan kimia sangat erat karena banyaknya jenis enzim dalam tubuh kita. Contohnya adalah tahapan dalam respirasi aerob dan anaerob dalam sistem metabolisme untuk menghasilkan energi, yang kesemuanya masing-masing memiliki reaksi kimianya sendiri dan cara untuk bereaksi dan membentuk produk maupun energi seperti ATP dan NADH. Sehingga untuk memahami metabolisme tubuh kita, perlu dipahami lagi "sistem kimia" yang berjalan pada proses pengubahan suatu sumber energi seperti glukosa menjadi energi.

Perlu diperhatikan bahwa untuk siswa sekolah menengah atas, sekolah dasar, atau sekolah menengah pertama, maupun yang belajar di perguruan tinggi sekalipun (walaupun kurikulumnya sudah diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jurusannya), tahapan ini tidaklah tetap karena tidak semua orang perlu untuk mempelajari semua materi yang berkaitan dengan tiga pelajaran di atas. Seseorang bisa tidak belajar kimia untuk mempelajari hafalan biologi, ini sah-sah saja dan boleh dilakukan sehingga dapat berkonsentrai pada pelajaran yang lebih sulit di lain waktu karena pelajaran yang mudah sudah dipelajari terlebih dahulu. Urutannya menjadi Matematika-Biologi-Fisika-Kimia atau Matematika-Biologi-Kimia-Fisika, yang mana yang dapat menopang materi selama belajar di Ilmu Pengetahuan Alam sesuai dengan kinerja otak kalian dan kebutuhan belajar di sekolah, karena tidak ada urutan yang pasti mengenai mereka semua ketika belajar disana. Ada yang menganggap fisika lebih sulit daripada kimia, maka belajar dari kimia pada bagian yang tidak berkaitan dengan fisika lalu belajar fisika sebagai pedoman untuk memahami kimia. Atau belajar kimia untuk memahami proses dalam biologi, atau bahkan mempelajari biologi untuk memahami sifat-sifat fisika benda agar bisa diperkirakan nilaninya dengan rumus-rumus fisika.

Kita perlu ketahui bahwa selain IPA, kita juga perlu belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Mengapa? Ilmu pengetahuan sosial merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia, bagaimana caranya bersosialisasi sehingga IPA dapat menciptakan hubunngan yang harmonis terhadap IPS sehingga semua sumber daya manusia yang ada untuk membangun sebuah negeri lewat berbagai reaksi kimia dapat berjalan secara harmonis dan tentram tanpa adanya perselisihan di antara mereka apabila terdapat masalah sosial di dalamnya.

Apabila ada kesalahan pada halaman blog ini, email saya pada muhammadrizkysaputrasalam@gmail.com agar saya dapat memperbaikinya sesegera mungkin.

Terima kasih telah membaca.
Muhammad Rizky Saputra Salam
Bontang, 15 September 2018 - 18:13 WITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar