Sabtu, 21 Agustus 2021

Artikel (a, an, the, dan artikel nol) (Pemutakhiran: 22 Agustus 2021)

 

Karena panjangnya dokumen ini, tolong langsung gunakan fitur Ctrl+F untuk mencari fungsi artikel yang anda inginkan. Jika anda ingin membacanya dari awal hingga akhir, silahkan anda lakukan.

Dalam bahasa Inggris, terdapat tiga jenis determiner, yaitu: predeterminer (half, all), central determiner (a, an), dan postdeterminer (bilangan kardinal atau ordinal, many, few). Ketiga kelas ini diatur berdasarkan posisinya pada suatu frasa nomina. Oleh karena artikel merupakan central determiner, kata ini berada di tengah frasa nomina. Menurut Quirk (1985), central determiner dibagi menjadi lima jenis. Pengelompokkan ini dilakukan berdasarkan penempatannya bersama dengan salah satu dari tiga kelas nomina, yaitu nomina tunggal, nomina jamak, dan nomina takterhitung. The termasuk ke dalam kelas (a) (digunakan untuk nomina tunggal, jamak, dan tak terhitung), artikel nol termasuk kelas (b) (digunakan untuk nomina jamak dan tak terhitung), dan a/an termasuk kelas (e) (hanya digunakan untuk nomina tunggal)[1]. Karena klasifikasi-klasifikasi ini, a/an disebut sebagai indefinite article dan the disebut sebagai definite article.

Dengan dasar di atas, diketahui dengan jelas bahwa kelas nomina yang berbeda-beda memerlukan artikel yang berbeda. Untuk dua kelas nomina umum, nomina takterhitung dan terhitung, distribusi nomina menjadi jumlah, dan ketertentuannya (taktentu/tentu) dapat dijelaskan sebagai berikut:

 

Tabel 1  Ilustrasi Penggunaan Determiner  pada kelas-kelas nomina umum

 

 

Terhitung

Takterhitung

Tunggal

Tentu

the book

the furniture

 

Taktentu

a book

furniture

Jamak

Tentu

the books

 

 

Taktentu

books

 

 

Penentuan artikel mana yang digunakan untuk mendampingi sebuah nomina bergantung dari tiga sifat berikut ini:

a.              ketertentuan acuan (apakah benda yang dirujuk berada di dekat penutur [spesifik], setengah spesifik  [benda yang diacu berada pada suatu lingkungan, namun terdapat beberapa benda serupa dalam lingkungan tersebut], atau benda mengindikasikan suatu kelompok barang yang umum [general]),

b.             jumlah (apakah benda yang diacu berjumlah banyak [jamak] atau  satu buah [tunggal])

c.              konvensi (apakah nomina memang pada umumnya dipasangkan dengan, misal, the karena merupakan satu bagian dari jenama, atau apakah nomina memang tidak dipasangkan dengan artikel apa pun walaupun ia bersifat spesifik di masa-masa tertentu, misal, dinner.)

Ketika ada dua aturan yang bisa diberlakukan (misalnya bisa pakai the dan artike nol), aturan yang bersifat konvensi lebih disarankan. Contoh yang diilustrasikan di sini kebanyakan akan saling bertumpang-tindih karena sifatnya yang imbal ke komparasi. Berikut ini aturan-aturan deskriptif dalam penggunaan artikel.

Artikel ini tidak akan menjelaskan dasar utama dalam penggunaan artikel, sehingga pembaca diharapkan telah mengetahui, yaitu: jika nomina dibaca dengan suara vokal, maka artikel an yang digunakan; jika nomina dibaca dengan suara konsonan, maka artikel a yang digunakan, dan the bisa digunakan dimana pun di depan nomina, apakah ia bersuara vokal atau konsonan.

 

1.          Aturan Konvensi

1.1.     The

Aturan konvensi pada penggunaan the terjadi dalam Nama diri, yaitu nomina yang menyatakan nama tanggal, hari, orang, tempat, festival, jenama, dan lain sebagainya. The yang melekat pada suatu nama disebut dengan bulit-in definite article, yang mana tidak bertindak sebagai determiner yang variabel (bisa hilang atau diubah) dan tidak bisa diikuti oleh adjektiva apapun, kecuali dalam beberapa aturan yang mengizinkan demikian. Struktur nama dengan the disajikan sebagai berikut.

a.       Tanpa modifikasi


the Kremlin

the Pentagon

the Knesset

the Koran

the Bible

the Parthenon

The Guardian

The Times

the Dáil


b.       Dengan premodifikasi


the Suez Canal

the National Gallery

the Socialist Bookshop

the Ford Foundation

the English Channel

the American Civil War


c.       Dengan postmodifikasi


the House of Commons

the District of Colpmbia

the Institute of Psychiatry

the Bay of Fundy


d.       Penghilangan Elemen (karena sudah dikenal sehingga tidak perlu ditulis lengkap)


the Tate  (Gallery)

the Atlantic (Ocean)

the Mediterranean (Sea)

the Mermaid (Theatre)

the (River) Thames

the Majestic (Hotel)


Ketika the ditulis dengan huruf kecil, maka the bukan bagian dari nama. Ketika the ditulis dengan huruf besar, seperti pada The Hague, The termasuk bagian dari nama.

1.1.1.     Kelas-kelas nama dengan the

a.     Nama dalam bentuk jamak (generik), contoh: the Netherlands, the Midlands, the Great Lakes, dibagi menjadi dua kategori

                         i.          Kelompok pulau: the Hebrides, the Shetlands, the Canaries (atau the Canary Islands), the Bahamas.

                       ii.          Suatu deretan gunung atau bukit: the Himalayas, the Alps, the Andes, the Rockies, the Pyrenees, the Pennies. Juga nama deretan gunung yang tunggal: the Caucasus, the Sierra Nevada. Pengecualian: Kensington Gardens, Burnham Beeches.

b.    Nama geografis lain

                         i.          Sungai: the Avon, the Danube, the Euphrates, the Potomac River.

                       ii.          Laut dan samudra: the Pacific (Ocean), the Atlantic (Ocean), the Baltic (Sea), the Kattegat

                     iii.          Kanal: the Panama Canal, the Suez Canal, the Erie Canal

                      iv.          Beberapa aspek geografis yang ada di sepanjang pantai: the Gulf of Mexico, the Cape of Good Hope, the Bay of Biscay, the Strait of Magellan, the Sound of Bute, (the) Bosphorus, the Isle of Man, the Isle of Wight.

c.     Institusi Publik, fasilitas publik, dan lain-lain:

                         i.          Hotel dan restoran: the Grand (Hotel), the Waldorf Astoria

                       ii.          Teater, opera, bioskop, dan klub: the Criterion, the Global (Theater), the Athenaeum

                     iii.          Museum, perpustakaan, rumah sakit, dsb.: the British Musesum, the Bodleian (Library), the Middlesex Hospital.

Pengecualian: Nama tempat yang berbentuk genitive (Gaylord’s Restaurant, Brown’s Hotel, St John’s College), beberapa nama teater dan opera yang tidak diberi the karena namanya yang sama dengan nama tempat, seperti Drury Lane, Convent Garden.

                      iv.          Nama kapal dan pesawat, khususnya yang terkenal dalam sejarah, contohnya: the Victory, the Spirit of St Louis.

                        v.          Koran dan majalah: The Economist, The New York Times, The Observer, The Providence Journal, the London Review of Books. The umumnya dituliskan dengan huruf kapital untuk nama koran.

Pengecualian: Walaupun artikel adalah bagian dari nama koran, ia tidak digunakan setelah sebuah artikel indefinit, determiner lain, atau bentuk genitif:

Have you got a Times

She’s a Times reporter

Have you seen today’s New York Times?

Malcom lent me his Guardian.

Majalah lebih umum memiliki artikel nol: Time, Punch, English Language Teaching Journal, New Scientist, Scientific American.

 

1.1.2.     Keluarga X (jamak)

Ketika suatu nama keluarga berbentuk jamak dan diberikan the, maka artinya menjadi ‘keluarga X’.

The Wilsons, The Joneses, The Prideaux

1.1.3.     Tempat/orang terkenal yang bernama X

Definite article the yang dengan penekanan ditempatkan sebelum nama tempat atau orang memiliki arti khusus ‘orang/tempat yang terkenal bernama X

A: I used to know John Lennon quite well.

B: Surely you can’t mean The John Lennon?

1.1.4.     ‘The + adjektif’ pada Nama dengan Sifat Stereotipnya

Dalam gaya tulisan yang lebih formal dan stereotipikal, kata sifat bisa ditempatkan di antara the  dan nama diri.

the beautiful Princess Diana

the inimitable Henry Higgins

1.1.5.     Makna Partitif

Ketika the + modifikasi dilakukan, makna yang sebelumnya unik menjadi bersifat partitif karena membuat suatu waktu atau tempat menjadi lebih spesifik dibanding yang sebelumnya. Lihat perbedaannya pada contoh-contoh berikut:

 

Tabel 2  Perbandingan Arti Unik dan Partitif pada Nama Jenis

 

ARTI UNIK

ARTI PARTITIF

during easter

during the Easter of that year

in England

in the England of Queen Elizabeth

in Denmark

in the Denmark of today

Chicago

the Chicago I like [aspek dari Chicago]

Bradford

the Bradford she grew up in

Shakespeare

the young Shakespeare [‘Shakespeare ketika masih muda’]

 

1.2.    A/an

1.2.1.     Seseorang Bernama X yang Tidak Dikenal

Artikel indefinit diletakkan sebelum nama orang untuk arti “seseorang yang bernama X namun tidak dikenal”.

A Mrs Robertson was trying to contact you this morning.

1.2.2.    Nama hari dalam Seminggu yang General

Nama hari dengan indefinite article digunakan untuk menyatakan suatu hari dimana suatu kejadian terjadi, tanpa acuan mengenai minggu yang mana.

He left on a Sunday.

 

1.3.     The atau Artikel Nol

1.3.1.     Beberapa gelar pengecualian yang selalu atau opsional diberi The

Penggunaan gelar berikut yang selalu atau opsional diberikan The adalah sebagai berikut:

a.       Gelar-gelar imperial, seperti : the Emperor Napoleon, (the) Emperor Haile Selassie, (the) Czar Alexander, (the) Archduke Ferdinand, [kecuali Kaiser Wilhelm II]

b.       the Lord [‘Tuhan’]

c.       (the) Rev John Smith [selalu the Reverend John Smith jika diucapkan]

d.       Gelar kebangsawanan ketika diikuti dengan frasa dengan of: the Duke of Wellington, the Countess of Derby, dsb.

1.3.2.    Beberapa Nama Geografi Pengecualian (artikel nol): Opsional atau Wajib diberi The

a.       Nama kota dan distriknya seperti The Hague, The Bronx, the City, the West/East End (of London)

b.       Nama wilayah tertentu, khususnya yang berasal dari Prancis, berbentuk jamak, atau yang mengindikasikan titik acuan kompas, seperti:


the Crimea

the saar

the Punjab

the Sahara

the Ruhr

(the) Sinai

(the) Sudan

(the) Ukraine

(the) Yemen


 


The Near East

The Middle East

The Far East

The (deep) South

The Midwest

the Auvergne

the Everglades

1.4.    Artikel Nol

1.4.1.     Nama Orang

Nama orang, walaupun bergelar atau tidak, tidak memiliki artikel. Nama tersebut bisa terdiri dari: nama pembaptisan atau suku kata pertama nama (Margaret, Jack); suku kata kedua nama (surname, nama keluarga) (Smith, Wilson); nama pemberian dan nama keluarga bersamaan (Margaret Jane Smith, Jack Wilson). Lebihnya lagi, satu atau beberapa nama pemberian (di Amerika penggunaannya berada pada nama tengah) disingkat menjadi inisial (M. J. Smith; J. Wilson; Charles R. Maguire). Nama yang dipasangkan dengan titel tambahan tetap tidak diberi artikel. Termasuk di dalamnya nama-nama yang diberi titel Mr., Mrs. Miss, Ms., gelar kebangsawanan (Lord), pangkat dalam kantor pengadilan, pemerintah, dan klerik (President), pangkat militer (Major), atau status akademik maupun gelar profesional (Doctor). Contohnya adalah sebagai berikut:

 


Mr and Mrs Johnson

Ms Waterhouse

Dr Brown

Private Walker

Captain O’Connor

Lord Nelson

Lady Churcill

General MacArthur

Professor Smith

Cardinal Spellman

Inspector Harris

Chancellor Brant

Governor Rockefeller

Judge Fox


 

Akan tetapi, tetap terdapat pengecualian untuk beberapa gelar seperti Rev. dan Emperor. Ini akan dibahas secara terpisah pada bagian-bagian aturan yang sesuai.

1.4.2.    Nama Temporal

Nama temporal adalah nama yang mengacu kepada suatu waktu yang berulang di kalender, seperti nama festival, nama hari keagamaan, nama tahun baru, nama bulan, dan nama hari dalam seminggu. Contohnya adalah sebagai berikut:


Christmas (Day)

Independence Day

Easter (Sunday)

Passover

Good Friday

New Year

New Year’s day

New Year’s Eve

Ramadan

January, February, ....

Monday, Tuesday, ...


Namun, kata-kata ini bisa bersifat condong ke nama jenis ketika mengacu pada suatu rentang waktu tertentu, atau ketika mengacu pada sesuatu yang bersifat kolektif untuk lebih dari satu rentang waktu. Bersama dengan next dan last + nomina, kata-kata tersebut didampingi artikel nol ketika berhubungan dengan suatu titik waktu yang secara implisit dapat diketahui dalam konteks situasional atau linguistik. Misal:

We’ll leave on Sunday [Minggu nanti]

We’ll leave next Month [Bulan berikutnya]

Namun, secara kontras:

She left on the next Sunday [Ia pergi pada hari Minggu berikutnya pada suatu rentang di masa lalu]

She left the next/following day [Ia pergi pada keesokan harinya pada suatu rentang di masa lalu]

1.4.3.    Nama Geografis

Golongan-golongan nama tempat di bawah ini umumnya menggunakan artikel nol, walaupun dengan adjektiva premodifikasi.

a.       Nama benua


(North) America

(medieval) Europe

(Central) Australia

(East Asia)

Antartica

(Equatorial) Africa


Pengecualian untuk the Antartic yang mengacu kepada bagian kutub, sedangkan Antarctica mengacu kepada benua.

b.       Nama negara, wilayah, negara bagian, dsb. dengan pengecualian pada 1.3.2


(Elizabeth) England

(modern) Brazil

(West) Scotland

(French) Canada

(industrial) Staffordshire

(nothern) Arkansas


c.       Nama kota (kecil atau besar), dengan pengecualian pada 1.3.2

(downtown) Boston

(ancient) Rome

(central) Brussels

(suburban) New York

d.       Nama danau


(Lake) Lodoga

Silver Lake

Lake Michigan

Lake Nicaragua

Loch Ness

Ullswater


Pengecualian: the Great Salt Lake

e.       Nama gunung


Mount Everest

Mount Snowdon

Mont Blanc

Vesuvius

Ben Nevis

Aconcagua


 

1.4.4.    Nama Jenis yang Berdenotasi Unik

Nama diri tidak memiliki batasan yang jelas, sehingga kata-kata seperti ini memiliki arti yang terkadang dekat dengan Nama diri, padahal bersifat nama jenis. Kata-kata ini umumnya diberi huruf kapital di depannya. Contohnya yaitu: Fate, Fortune, Heaven, Hell, Nature, Paradise, Earth.

1.4.5.    Nama diri yang Tidak Memiliki Bentuk Kontras Bilangan

Nama diri umumnya tidak memliki bentuk bilangan yang kontras. Kebanyakan nama diri berbentuk tunggal (Indonesia ~ ?Indonesias) , atau memiliki bentuk jamak tapi tanpa bentuk tunggal (the West Indies ~ *a West Indy). Namun, terdapat beberapa keadaan khusus dimana nama diri diklasifikasikan kembali menjadi nama jenis, sehingga tidak memiliki denotasi unik.

Shakespeares [‘penulis-penulis seperti Shakespeare’]

Smiths [‘orang-orang yang namanya Smith’]

Londons [‘kota-kota yang disebut atau mirip dengan London’]

 

 

1.5.     Nama Diri yang Diklasifikasikan Ulang Sebagai Nama Jenis

Sebagian jenis dari nama jenis umumnya didahului oleh artikel definite (seperti the Andes), namun tidak memiliki kontras artikel karena artikel pada nama tersebut tidak bisa diubah-ubah (* an Ande, *some Ande). Jika nomina ini diklasifikasikan ulang menjadi nama jenis, maksud dari nama diri bisa diubah-ubah dari artikel dan determiner lain.

a Shakesepare [‘penulis seperti Shakespare]

his new Shakespeare [‘salinan karya Shakespeare’]

I used to know a Mary Roberts, too. [‘seseorang yang bernama Mary Roberts’]

She is the second Mrs White – the first one died.

Lu Xun has been known as ‘the Chinese Gorki’

Modifikasi lebih lanjut dapat dilakukan secara terbatas ketika nama diri menggunakan sifat-sifat nama jenis.

The Dr Brown I know comes from Australia

The flower arrangement was done by a Miss Phillips in Park Road

Do you mean the Memphis which used to bet he capital of Egypt, or the Memphis in Tennessee?

I spoke to the younger Mr Hamilton, not Mr Hamilton the Manager.

 

1.6.    Struktur paralel

1.7.    Frasa tetap yang melibatkan preposisi

 

2.        Acuan General

2.1.    The

2.1.1.     Dengan frasa nomina tunggal

The memiliki penggunaan yang terbatas dalam konteks generik. Dengan kepala frasa yang tunggal, umumnya dengan gaya yang formal atau kesusasteraan, menyatakaan kelas yang diwakilkan oleh contohnya:

A great deal of illness originiates in the mind

No one knows precisely when the wheel was invented

My colleague has written a book on the definite article in Spanish.

Marianne plays the harp very well.

Pada contoh terakhir, ditunjukkan bahwa instrumen musik dan jenis-jenis dansa umumnya didampingi dengan definite article.

Play the violin, dancing the samba

Ketika nomina mengacu kepada pengelompokkan orang, konotasi dengan the general bisa terdengar tidak sopan, sehingga lebih sopan untuk menggunakan identifikasi karakteristik umum dari kelas dengan aspek watak, penampilan dan lain sebagainya:

He spoke with the consummate assurance and charm of the successful Harley Street surgeon.

Ketaksaan bisa terjadi dalam menentukan apakah acuannya spesifik atau general.

A: The President is too powerful

B: Which president?

A: No, I mean president in general.

 

2.1.2.    Dengan frasa nomina jamak

The generik bisa mendampingi frasa nomina jamak dalam dua kasus khusus:

a.       Nomina tentang kebangsaan, maksudnya nomina yang mengacu kepada kewarganegaraan seseorang, berada dalam suku etnis tertentu, dan lain sebagainya, misal: the Chinese, the English

b.       Frasa dengan kepala adjektiva yang mengacu terhadap sekelompok orang berdasarkan sifatnya atau ciri-cirinya, misal: the unemployed, the blind, the rich, dsb.

Dalam kasus yang lain, the + nomina jamak tidak boleh digunakan dalam acuan generik. Sehingga contoh di bawah tidak berterima dalam makna generik.

*The wolves are carnivorous. ~ Wolves are ....

*The hydrogen is lighter than the oxygen. ~ Hydrogen is ...

Dalam deskripsi ilmiah, Anda mungkin bisa menemukan the rodents (mengacu pada semua orde Rodentia).

Masih diperdebatkan, bahwa, (a) dan (b) tidak sepenuhnya generik. Malah, frasa tersebut merupakan frasa jamak dengan denotasi unik karena (seperti the masses, the fairies, the clergy, the Saints, dll) frasa tersebut juga digunakan untuk menyebut sekelompok orang dengan nama yang unik. Sehingga terlihat bahwa ada kontras antara the untuk jamak generik dan the untuk tunggal generik, seperti pada contoh di bawah

The Romans defeated the Carthaginians in 202 BC

?The Roman defeated the Carthaginian in 202 BC

Kalimat pertama dapat diterima dibanding dengan kalimat kedua, karena The Romans dan The Carthaginians mengacu secara kolektif terhadap beberapa orang, daripada pada suatu contoh unik. Oleh karena itu, The Romans menjadi sebuah generalisasi (seperti the mathematicians, the teenagers, the birds, dengan cara penggunaan yang sama), sedangkan the Roman menyiratkan pernyataan umum. Walaupun begitu, lebih baik menggunakan istilah ‘generik’ untuk penggunaan jamak maupun tunggal.

Dengan nomina tentang kewarganegaraan, terdapat perbedaan yang terlihat dalam beberapa kasus di antara nomina generik (dengan bentuk jamak yang yang sama dengan bentuk tunggal) berakhiran -ish, -sh, atau -ch dengan nomina takgenerik berakhiran -man untuk tunggal dan -men untuk jamak. Bentuk yang berakhiran -men tidak disukai karena bisa mengakibatkan bias maskulinitas, dan jika pernyataan yang secara seks netral diperlukan, maka bisa diganti dengan Welsh people, misal. Memang terdapat istilah khusus seperti Welshwomen, tetapi dalam bentuk kata lain, tidak nyata atau tidak ada, seperti *firewomen, *freshwoman. Dengan sebagian besar nomina kewarganegaraan[2], tidak muncul perbedaan antara bentuk generik dan spesifik.

The Welsh are fond of singing                           [generik]

Welshmen are fond of singing                           [generik]

The Welshmen are fond of singing.                  [spesifik]

The Finns are fond of sport                               [generik]

Finns are fond of sport                                        [generik]

The Finns I know are fond of sport                 [spesifik]

 

2.2.   A/an

2.2.1.    Anggota yang representatif terhadap kelasnya

Penggunaan generik dari a/an adalah untuk menyebut suatu anggota representatif terhadap kelasnya. Sehingga any dapat digantikan dengan a/an dalam contoh:

The best way to learn a language is to live among its speakers.

Larangan: a/an generik tidak boleh digunakan untuk mengacu pada ciri-ciri yang dimiliki dari suatu kelas atau spesies secara keseluruhan. Sehingga kalimat ini salah:

*A tiger is becoming almost extinct

2.2.2.   Sifat partitif

Sifat partitif artikel definit pada the history of Europe paralel terhadap penggunaan artikel indefinit seperti contoh di bawah.

Mavis had a good education

My son suffers from a strange dislike of mathematics <ironi>

She played the oboe with (a) remarkable sensitivity

Artikel ini digunakan secara khusus dengan nomina yang umumnya takterhitung. Kondisi dimana a/an harus muncul belum jelas, namun tampak mengikuti aturan di bawah:

a.       Nomina mengacu kepada kualitas atau abstraksi lain yang diberikan untuk menceritakan seseorang.

b.       Nomina di premodifikasi dan atau dipostmodifikasi; dan secara umum, semakin banyak modifikasi, semakin tinggi keberterimaan a/an.

Untuk mengkonfirmasi poin b di atas, perhatikan bahwa a akan dihilangkan apabila adjektivanya dihilangkan:

*She played the oboe with a sensitivity

She played the oboe with sensitivity

Namun, a lebih diterima daripada artikel nol ketika nomina dimodifikasi

She played the oboe with (a) charming sensitivity

She played the oboe with a sensitivity that delighted the critics.

 

2.3.    The atau artikel nol

Ada pernyataan dimana artikel definite opsional pada nama bahasa, seperti pada:

A word borrowed from (the) French/ (the) Italian

Examples from (the) Sanskrit/(the) Hebrew

Kalimat di bawah sekarang arkais kecuali dalam Bahasa Inggris dialek Irish, yang artinya ia bisa bahasa Prancis.

He has the French

Dan berlawanan dengan arti yang lebih menjurus ke pelajaran dalam kurikulum secara umum pada kalimat di bawah.

He has French and English

 

2.4.   Artikel Nol

2.4.1.    Perbandingan penggunaan the + of phrase dengan premodifikasi pada nomina abstrak takterhitung

Biasanya, artikel nol juga hadir ketika nomina abstrak takterhitung dipremodifikasi

She’s studying European history

Namun, ketika nomina yang sama dipostmodifikasi dengan frasa-of, artikel definit umumnya mendahuluinya.

*She’s studying history of Europe

She’s studying the history of Europe.

Sehingga kita dapat menemukan beberapa kontras seperti yang di bawah ini:

human evolution ~ the evolution of man

medieval art ~ the art of the Middle Ages

Oriental philospohy ~ the philosophy of the Orient

18th century morality ~ the morality of the 18th century

Terlihat bawha kata kataforis the ditambahkan pada contoh seperti She’s studying the history of Europe. Karena efek dari frasa of yaitu memisahkan subkelas tertentu dari sebuah fenomena yang dinyatakan oleh nomina, sehingga mengubah dari arti generik menjadi spesifik atau partitif. Kita menemukan perbedaan antara She’s studying European history dengan She’s studying the history of Europe: yang mana kalimat dengan the menyatakan bahwa dia belajar sejarah Eropa secara menyeluruh, sedangkan kalimat dengan frasa of menyatakan bahwa ia hanya mempelajari beberapa aspek dalam sejarah Eropa.

Ilustrasi kontras di atas juga dapat ditemukan di nomina takterhitung konkret dan nomina jamak.

This museum specializes in 18th century furniture

This museum specializes in the furniture of the 18th century

Alice is engaged in research on Souh American butterflies

Alice is engaged in research on the butterflies of South America

Namun terdapat beberapa kasus dimana adalah lebih atau kurang diterima untuk menghilang the.

The museum specializes in furniture of the 18th century

?Alice is engaged in research on butterflies of South America.

 

2.4.2.   Untuk nomina jamak dan takterhitung

Penggunaan artikel nol generik digunakan pada nomina jamak dan takterhitung[3] untuk mengidentifikasi kelas sebagai satu kesatuan yang tak dapat diurai:

Cigarettes are bad for your health

Hydrogen is lighter than oxygen

Necessity is the mother of invention.

Research shows that i tis the elderly who are the prime victims of inflation.

Hunger and violence will continue to mark the future of mankind/humanity.

2.4.3.   earth yang seharusnya diberi the

Ketika earth digunakan dalam beberapa frasa tetap, earth tidak dilekatkan dengan the. Contohnya:

Come back/down to earth.

He’s very down to earth.

What on earth are you doing.

2.4.4.    

3.         Acuan Sporadik

3.1.     Pengertian

Terkadang the  digunakan untuk mengacu kepada suatu lembaga pada kehidupan sosial manusia. Contohnya, pada [1] terdapat dua kemungkinan dalam interpretasi the theatre:

My sister goes to the theatre every month.

Apabila menggunakan acuan situasional, ini artinya suatu teater tertentu, contohnya seperti Criterion Theatre, yang saudara perempuannya sering hadiri. Tapi arti yang lebih sesuai adalah si my sister tidak selalu membatasi kepergiannya ke teater ke satu gedung saja, namun lebih ke teater sebagai institusi, sehingga tidaklah baik untuk bertanya, untuk merespons [1] dengan: Which theatre? Kita sebut ini adalah penggunaan sporadik dari the karena acuannya dibentuk dari sebuah institusi yang bisa kita lihat berulang-ulang pada tempat-tempat dan waktu yang berbeda-beda.

Penggunaan yang sama juga terdapat pada the news, the radio, the television, the paper(s), the press, dan lain sebagainya, yang mengacu kepada komunikasi massal:

Did you hear the ten o’clock news?

What’s in the paper(s) this evening?

What’s on the radio this evening?

What’s on the TV this evening?

Namun untuk television atau TV, terdapat kemungkinan juga bahwa article akan hilang.

Konsep acuan sporadik juga melebar hingga ungkapan-ungkapan yang mengacu tentang transportasi modern dan komunikasi, seperti the bus, the train, the post, the mail, the telephone:

Mary took the bus/the train to London.

He promised that the letters would be in the post/the mail this evening.

Dalam makna temporal, acuan sporadik bisa diaplikasikan kepada penggunaan opsional the untuk kata-kata yang mengacu pada musim (the winter), dan festival (the New Year)

 

Penggunaan sporadik the adalah tingkat pertengahan antara penggunaan the kataforis atau anaforis dengan artikel nol yang menyatakan penggunaan sporadik yang ‘sangat terinstitusionalisasi’ [4]. Penggunaan artikel nol dalam skala ini menandakan nomina berada pada tingkat familiaritas tertinggi, sehingga artikel sama sekali tidak diperlukan[5]. Penggunaan artikel di sini akan bergantian antara the dan artikel nol, sehingga memang akan dipisahkan dari tempat yang sebenarnya, acuan spesifik menurut Quirk (1985).

 

3.2.    Suatu ‘lembaga’ di sekitar kehidupan sosial dan manusia

Nomina-nomina tertentu bisa didampingi dengan artikel nol khususnya sebagai komplemen dari at, in, dan on, dalam frasa kuasi-lokatif: sehingga seseorang mungkin bisa disebut be in church, tapi tidak *be in library. Kami menyebutnya ‘kuasi-lokatif’ karena, walaupun terlihat memiliki arti lokatif, namun fungsinya lebih abstrak. Dalam konteks ini, nomina seperti college, church, dan sebagainya tidak mengacu pada bangunan atau tempat, tapi lebih fungsi atau institusi yang berhubungan dengan tempat-tempat itu: to be in prison, contohnya, artinya menjadi narapidana, bukan seorang pengunjung semata; to go to sea maksudnya untuk meniti karir sebagai seorang pelaut; Pada bagian kanan, kita mengilustrasikan nomina yang sama dengan yang digunakan di bagian kiri kecuali ditambahkan the dalam acuan situasional atau kataforis.

 

                                                     Bandingkan:

be in town                                  The town/the city is very old

go to bed                                     lie down on the bed

be in hospital                            redecorate the hospital

go to prison, jail                       walk around the prison/the jail

be in class                                  The class work hard

be at school                               visit the school

go to sea                                     look out towards the sea

be in/be at church                    admire the church

go to college                              the gates of the college

Catatan:

Beberapa frasa yang berkaitan dituliskan di bawah, di mana menunjukkan variasi dalam penggunaan artikel:

Get out of the bed

During (the) break/recess

Be in/return to camp

Live on/off (the) campus

be on/off (the) stage

at (the) court [istana kerajaan]; in the court [pengadilan]; The case was settled out of court; take someone to court

come/go/leave home; be (at) home; feel at home

Dengan university, artikel bersifat opsional dalam BrE dalam ungkapan be at/go to (the) university, sedangkan AmE mewajibkan artikel definit (juga seperti pada hospital dalam AmE: ‘He’s in the hospital.’).

Terkadang artikel juga dihilangkan ketika acuannya memang pada gedung, bukan institusi:

I walked straight back into/to school

She’s at church, arranging flower.

Pada AmE, dan mulai meningkat di BrE, artikel bisa diabaikan dalam ungkapan seperti:

In the center of town, the business part of town.

 

3.3.    Metode transportasi dan komunikasi

 

3.4.    Nomina-nomina waktu dalam satu hari

3.5.    Musim

3.6.    Waktu-waktu makan

3.7.    Penyakit

 

4.        Acuan Spesifik

4.1.    The

4.1.1.     Pengertian

Artikel definit the digunakan untuk menandai frasa yang mendahuluinya sebagai definit, maksudnya ‘mengacu terhadap sesuatu yang dapat dikenali secara unik dalam pengetahuan kontekstual atau umum yang diketahui oleh pendengar dan penutur’[6] . ‘Sesuatu’ yang diacu bisa jadi: seseorang, sekelompok orang, sebuah obyek, sekelompok obyek, sesuatu yang abstrak, sekumpulan hal-hal yang abstrak, dan lain sebagainya. Lebih lagi, nomina yang yang ditetapkan dengan the bisa mengalami pre- atau postmodifikasi, sehingga ‘sesuatu’ yang dikenali itu bisa lebih rinci, misal

the tall lamp                  the lamp on the table.

Karena diketahui bahwa the bergantung terhadap pengetahuan bersama, terdapat beberapa cara yang dilakukan pendengar untuk menentukan atau ‘menemukan’ hal yang diacu.

4.1.2.    Situasi Seketika

Istilah acuan seketika dapat digunakan untuk menjelaskan kasus dimana acuan dari the diturunkan dari situasi ekstralinguistik. Pertama-tama kita membedakan the yang digunakan dalam situasi seketika:

The roses are very beautiful. [dikatakan di sebuah taman]

Have you visited the castle [dikatakan ketika berada di suatu kota]

I missed both the lectures this morning [dikatakan oleh seorang murid kepada yang lain]

Have you fed the cat? [dalam konteks domestik]

These are the piston [dikatakan ketika sedang menjelaskan komponen mesin]

Tentu saja mungkin dapat terjadi kesalahan dalam judging pengetahuan pendengar, sehingga pendengar perlu mencari penjelasan mengenai hal itu dengan bertanya menggunakan pertanyaan dengan which atau what:

Have you feed the cat?              WHICH cat?

Aren’t the red roses lovely?     WHAT red roses?

Pada penggunaan sehari-hari, karena penutur tidak selalu yakin terhadap pengetahuan pendengar, penggunaan the (involves a certain amount of guesswork). Faktanya, dalam beberapa kasus dari asumsi pengetahuan bersama (is a palpable fction). Pemberitahuan seperti mind your step dan Beware of the dog, contohnya, tidak membuat anggapan bahwa pembaca pada awalnya memperhatikan bahaya yang dimaksudkan penutur.

4.1.3.    Situasi Umum (Lebih Luas)

Identitas dari hal yang diacu dapat jelas diketahui dari pengetahuan yang dimiliki tentang ‘situasi yang lebih luas’ yang dimiliki bersama oleh penutur dan pendengar, seperti:

The Prime Minister                  the Arlines                           the last war

Situasi yang lebih luas itu bisa saja mencakup seluruh dunia (the Pope), atau diketahui oleh semua warga yang tinggal di suatu negara, seperti di Amerika Serikat, pada suatu waktu tertentu, hampir semua orang akan mengetahui siapa presiden yang dimaksud dari frasa the president. Ketika sudah selebar ini, situasi yang diperluas sulit dibedakan dengan pengetahuan umum, dan bisa menjauh hingga, dalam kasus yang ekstrem, seluruh planet atau seluruh sejarah manusia. Dalam penggunaan frasa seperti the sun, terdapat asumsi awal bahw, dari pengalaman dan pengetahuan dalam suatu bidang, benda yang dimaksud hanya ada satu. Contoh yang lain adalah sebagai berikut:


the North Pole

the moon

the stars

the zenith

the Greek gods

the Equator

the sea

the universe

the nadir

the Republic

the earth

the sky

the cosmos

the Renaissance

the Curch


Ada tendensi untuk beberapa pernyataan berfrasa nominal akan diikuti dengan the yang ditulis dengan huruf pertama kapital. Hal ini disebabkan karena pernyataan tersebut memiliki efek Denotasi Unik, dan ini yang membangun nomina nama diri (lihat 1.1.).

Tidak ada garis pembatas yang jelas untuk memisahkan situasi ‘seketika’ dan ‘diperluas’; tetapi, ada skala generalitas yang dimulai dari yang paling ketat/terbatas sampai lingkungan yang paling kurang terbatas yang lingkungan tersebut dapat cakup: yaitu seluruh semesta dari pengetahuan manusia. Perlu diperhatikan bahwa terkadang, pengetahuan dalam situasi yang diperluas akan bertumpang tindih dengan penggunaan untuk acuan generik.

4.1.4.    Acuan anaforis langsung

Istilah acuan anaforis digunakan ketika keunikan dari acuan pada suatu frasa the X disediakan oleh informasi yang diberikan sebelumnya dalam diskursus. Kita bisa membagi dua jenis anafora: langsung atau tidak langsung. Sebuah nomina definit menerima interpretasi anaforik langsung ketika kepala nomina yang sama telah ditemukan sebelum kalimat tersebut pada teks, dan jelas bahwa ada hubungan di antara dua frasa nomina. (Dengan mengatakan bahwa mereka memiliki koreferensi, kita dapat memahami bahwa dua frasa tersebut memiliki acuan yang sama.) Contohnya:

John bought a TV and a video recorder, but he returned the video recorder.

Di sini, seperti pada kasus lain yang mirip, terdapat hubungan yang saling mendukung antara artikel definit dengan artikel indefinit: acuan pertama untuk sebuah obyek umumnya akan berbentuk indefinit; tetapi ketika obyek tersebut sudah dikenalkan ke dalam diskursus, ia dapat ditangani sebagai ‘diketahui secara kontekstual’, dan oleh karenanya, bisa dirujuk dengan penggunaan artikel definit.

 

4.1.5.    Acuan anaforis tidak langsung

Anaforis tidak langsung muncul ketika acuan menjadi bagian dari pengetahuan pendengar secara tidak langsung, bukan dengan perkataan, seperti pada 4.1.4, namun dengan penyiratan dari apa yang telah dikatakan:

John bought a bicycle, but when he rode it one of the wheels came off.

Roda dari sepeda dapat (taken for granted) dalam kalimat ini karena (a) kata ‘sepeda’ sudah disebutkan (Anafora), dan (b) kita mengetahui bahwa sepeda memilii roda (pengetahuan umum). Dengan cara ini, kita bisa melihat bahwa anafora tidak langsung menggabungkan acuan anaforis dengan acuan kataforis; misal kita memahami the wheels pada kalimat di atas sebagai varian elipsis dari the wheel of the bicycle. Penjelasan yang terakhir, yang nanti kita akan amati, tidak selalu dialami semua kasus.

Contoh-contoh lain yang menjelaskan anafora tidak langsung adalah seperti ini: ketika kita mengenalkan topik a farm, kita bisa melanjutkan dengan pembicaraan tentang the farmer, the farmhouse, the pigs, the barn, dan lain sebagainya; setelah kita mengenalkan topik orchestral concert, kita dapa melanjutkan pembicaraan pada the programme, the audience, the conductor, the second oboe, dan lain sebagainya.

I lent Bill a valuablee book, but when returned it, the cover was filthy, and the pages were torn.

They got married in grand style. The bride wore a long brocade dress, and the bridesmaids wore pink teffeta. The organist played superb music, and the choir sang magnificently.

Pada salah satu kalimat di atas ‘a wedding’ diperkenalkan dengan frasa verba got married (sehingga, kelanjutannya the bride, the bridesmaids); ada juga asumsi awal mengenai adanya gereja, sehingga bisa dilanjutkan dengan the organist, the choir. Oleh karena itu tidak ada cara yang mudah untuk menceritakan kehadiran the setelah suatu elipsis; untuk melakukannya, perlu untuk menyusun frasa yang sangat panjang seperti:

The bridesmaid who accompanied the bride when she got married

 

4.1.6.    Acuan kataforis

Penggunaan kataforis dari the bisa dipahami sebagai penggunaan dari artikel definit dalam konteks yang diberikan setelah kepala nomina, daripada yang mendahuluinya, sehingga kita dapat menentukan acuannya secara unik. Sehingga ‘kataforis’ memiliki acuan yang berlawanan dengan ‘anaforik’. Dalam prakteknya, penggunaan kataforis dari artikel definit terbatas pada modifikasi dari frasa nomina yang secara langsung membatasi acuan, sehingga acuan , untuk keperluan diskursus, secara unik dapat ditetapkan. Oleh karena itu, postmodifikasi dari nomina di bawah menegaskan penggunaan the:

The President of Mexico is to visit China

The girls sitting over there are my cousins

The wines of France are among the best in the world

The wines that France produces are among the best in the world

Dalam prinsipnya, tidak ada perbedaan antra postmodifikasi dengan premodifikasi untuk merincikan acuan. Bandingkan:

The President of Mexico

The Mexican President

Terkadang frasa nomina definit dapat disusun dengan struktur indefinit yang ekuivalen. Dalam bentuk seperti ini, artikel definit umumnya tidak secara menyeluruh kataforis, namun tetap memiliki sedikit referensi anaforis. Bandingkan dua kalimat di bawah:

The bicycle John bought has been stolen

A bicycle John bought has been stolen.

Untuk kasus lain, tidak ada alternatif indefinit, karena frasa tersebut memiliki denotasi unik, seperti the Equator:

The height of Mont Blanc                                    the Parents of Elvis Presley

*a height of Mont Blanc                                         * (some) parents of Elvis Presley

Tidaklah diperlukan untuk kita membentuk pernyataan pada kalimat [a] untuk menebak suatu awalan seperti [b], namun diperlukan pada [c]:

The mud on your coat                                             [a]

There’s some mud on your coat.                   [b]

You know there’s mud on your coat         [c]

Tidak seperti [d] dengan [e]

How did you get the mud on your coat?                        [d]

Did you know you have mud on your coat                 [e]

Did you know you have *the mud on your coat

 

4.1.7.    Acuan logis

Kita dapat menggunakan istilah LOGIS untuk kasus dimana keunikan acuan yang tidak dijelaskan dengan pengetahuan terhadap dunia, namun perhatiannya tertuju pada interpretasi logis dari kata-kata tertentu. Kata-kata ini adalah postdeterminer dan adjektiva yang berhubungan dengan keunikan; ordinal seperti first; ‘ordinal generik’ seperti next dan last; juga same, only, sole; dan beberapa adjektiva superlatif seperti best dan largest:

When is the first flight to Chicago tomorrow?

This is the only remaining copy

Of the three newspapers we have in this city, this is the best.

Dalam kasus ini, artikel indefinit atau artikel nol akan menjadi absurd.

Ada and I have the same hobby.

*Ada and I have a same hobby.

We must catch the next bus.

*We must catch a next bus.

Penggunaan untuk acuan logis sangat berhubungan dengan acuan kataforis. Bandingkan kalimat pertama dengan kalimat kedua di bawah ini

When is the flight that leaves first for Chicago tomorrow

When is the first flight to Chicago tomorrow.

Kehadiran frasa tetap seperti a best friend mungkin digunakan dalam konteks khusus: misal jika anak selalu mengubah teman terbaiknya, kita boleh menyatakan teman favorit terkininya sebagai a new best friend. Dengan lebih bebas, artikel nol bisa digunakan di depan frasa tetap seperti

He was best man [‘groomsman’] at the wedding

He was the best man for the job

*He was best man for the job

He won first prize.

4.1.8.    Penggunaan the untuk bagian tubuh

Dengan acuan terhadap bagian dari tubuh seseorang dan diikuti dengan preposisi, the lebih sering diunakan daripada pronomina posesif my, you, her, their. Dsb.

Mary banged herself on the forehead

They pulled her by the hair.

Everyone gave us a pat on the back

Don’t keep digging me in the ribs.

Dalam contoh ini, pronomina personal atau nomina yang mengacu kepada ‘pemilik’ dari suatu bagian tubuh adalah obyek, dan bagian tubuh adalah komplemen preposisional. Terdapat klausa yang hampir bersinonim dimana klausa yang menyebutkan bagian tubuh diawali dengan pronomina posesif, dan berfungsi sebagai obyek

I shook him by the hand

I shook his hand

Terkadang, mungkin, walaupun kadang-kadang tidak idiomatis, menggunakan pronomina posesif menggantikan tempat the

I shook him by his hand

He kissed her on her cheek

She patted him on his shoulder

Dalam kasus ini, frasa ‘pemilik’ adalah subyek dari klausa:

My mother complains of a pain in the/her hip

The wanted man has a scar on the/his left cheek

Dalam kasus lain, pemilik bentuknya tersirat daripada tersurat:

The doctor diagnosed a fracture of the collarbone

Many patients in the hospital suffered from a disease of the liver.

Tapi konstruksi-konstruksi di atas bukan menjadi pengecualian dari aturan awal bahwa the mengacu kepada suatu hal yang telah diidentifikasi secara unik dengan pengetahuan bersama. Tidak ada ketidakjelasan dalam kasus-kasus tersebut dalam aspek mengetahui tubuh siapa yang dimaksud.

Pembatasan dari penggunaan the untuk komplemen preposisi mengandung arti bahwa pronomina posesif, daripada the, harus digunakan dalam contoh di bawah:

Have you broken your arm?               BUKAN: *Have you broken the arm?

Pembatasan yang lebih jauh dari the adalah pronomina posesif haur digunakan apabila bagian tubuh tidak mengacu terhadap apa yang dinyatakan dengan obyek langsung:

She throws the ball with her left hand.

?She throws the ball with the left hand.

Satu faktor yang bisa membuat kalimat yang diberi tanda tanya di atas benar, dan ini normal, adalah interpretasi bahwa ‘dia kidal’. Dengan cara yang sama:

She kicks the ball with the left foot (karena ia menggunakan kaki-kirinya atau [left-footed])

Dengan interpretasi seperti itu, the normal digunakan, namun aturan ini tidak absolut.

4.2.   Artikel nol atau The (Frasa nomina dalam hubungan kopula)

Tidak seperti bahasa lain, bahasa Inggris umumnya memerlukan artikel untuk nomina tunggal ketika berlaku sebagai komplemen.

Bill is an engineer

*Bill is engineer

Mary is the secretary

*Mary is secretary

Namun, terdapat satu kasus di mana artikel nol dapat muncul di dalam konstruksi tersebut: ini adalah waktu dimana komplemen (atau frasa nomina apositif[7] yang ekuivalen) menyebutkan tugas/peran yang UNIK. Seperti contoh yang akan kita lihat di bawah ini, artikel nol dapat bersulih-pakai dengan the:

Maureen is (the) capital of the team                                                                                                                     [1]

John F. Kennedy was (the) President of the United States in 1961                                                              [2]

As (the) chairman of the committee, I declare this meeting closed                                                                [3]

They’ve appointed Fred (the) treasurer, and no doubt he will soon become (the) secretary                  [4]

Anne Martin, (the) star of the TV series and (the) author of a well-known book on international cuisine, has resigned from her post on the Customer Council                                                                                                                         [5]

Hubungan kopular yang ditandai dengan as diilustrasikan pada [3], sedangkan hubungan kopula dengan aposisi diilustrasikan dengan [5]. Dalam contoh-contoh di atas, disiratkan bahwa hanya ada satu orang yang memegang posisi-posisi yang disebutkan.

Catatan:

a.       Terdapat banyak contoh ketika nomina yang menandakan nama jabatan unik diletakkan di awal kalimat

FBI Chief J. Edgar Hoover                                                                                                                             [6]

Chelsea center-forward Milton Smith                                                                                                          [7]

Dengan apositif terbatas [6, 7], artikel umumnya dihilangkan, namun dengan apositif takterbatas [7a], artikel muncul:

The Chelsea centre-forward, Milton Smith

Terdapat hubungan (yang gradien) pada konstruksi terdahulu untuk penggunaan institusional dari gelar, seperti King George, Chairman Mau, Doctor Smith. Namun penggunaan dari frasa yang lebih rumit dari gelar-gelar yang mendahului nama merupakan ciri-ciri dari gaya jurnalistik yang terkadang disebut dengan ‘Timestyle’, karena berhubungan dengan majalah Time.

b.       Komplemen dengan turn adalah pengecualian di mana ia tetap memiliki artikel nol walaupun tidak ada implikasi keunikan:

Jenny started out as a music student before she turned linguist. TAPI: ... before she became a linguist.

c.       Karena jabatan uniknya tersirat, artikel definit umumnya diabaikan pada pernyataan gelar seperti the post of, the position of, dan the role of:

After declining the post of Secretary of State, he nevertheless found himself taking on the role of unofficial adviser to the President.

d.       Penentu (determiner) seperti (the, your, dsb) sering diabaikan pada surat resmi, misal

Please send the stipulated items, viz:

(i)         Birth sertificate

(ii)       Passport

(iii)     Correct fee

Bandingkan dengan penghilangan artikel dalam kepala berita surat kabar.

 

4.3.    A/an

4.3.1.    Penggunaan normal artikel indefinit

Penggunaan indefinite artikel gagasannya merupakan artikel ‘tak bertanda; dengan maksud bahwa ia digunakan untuk (untuk nomina terhitung tunggal) dimana kondisi penggunan the tidak dapat diperoleh. A/an X digunakan dimana acuan X tidak dapat diketahui secara unik dalam pengetahuan bersama penutur maupun pendengar[8]. Sehingga a/an umumnya digunakan ketika acuan belum disebutkan sebelumnya, dan diasumsikan bahwa pendengar atau pembicara belum familier dengannya.

An intruder has stolen a vase. The intruder stole the vase from a locked case. The case was smashed open.

Seperti yang kita lihat dari contoh (yang tidak biasanya eksplisit), artikel indefinit, kontras dengan artikel definit, tidak membuat asumsi tentang pengetahuan tentang suatu hal sebelumnya. Tetapi, dalam penggunaan aktual, perbedaan bisa menjadi lebih kabur. Contohnya, percakapan bisa dimulai dengan [1] atau dengan [1a]

A house on the corner is for sale                                                        [1]

The house on the corner is for sale                                                    [1a]

Yang hanya menjadi perbedaan adalah, pada [1a] pembicara menganggap bahwa pendengar akan mengetahui rumah mana yang dimaksud penutur (mungkin karena hanya ada satu rumah di sana), sedangkan, pada [1], tidak ada asumsi yang tersirat.

Tidak seperti artikel definit, artikel indefinit tidak menandakan koreferens dengan frasa nomina indefinit yang berada di depannya. Pada kalimat [2], pembicara tidak menyatakan klaim bahwa dua jam tersebut adalah sama (walaupun dia bisa sengaja mengimbalkan secara halus bahwa memang benar berhubungan).

Bob lost a gold watch yesterday, and Bill was wearing a gold watch this morning                                 [2]

Namun apabila a gold watch yang kedua diganti dengan the gold watch, klaim yang terbentuk adalah benar bahwa dua jam tersebut identik, dan oleh karenanya (kemungkinan) Bill adalah pencurinya.

4.3.2.   Bagian tubuh dengan a/an (alternatif the)

Artikel indefinit juga bisa digunakan dengan bagian tubuh:

Sally has sprained an ankle

He’s broken a leg.

Tapi tidak: *Roger has hurt a nose

A/an tidak digunakan kecuali apabila tubuh memiliki lebih dari satu bagian tubuh yang disebut, sehingga kalimat terakhir di atas absurd karena menyiratkan bahwa ia memiliki lebih dari satu hidung. Walaupun bagian tubuhnya tidak unik (bagian kiri atau kanan, misal), pronomina posesif lebih umum dipilih

Sally has sprained her ankle

He’s broken his leg.

I’ve cut my finger.

 

4.3.3.     

4.4.    

 

5.         Penggunaan Artikel Nol vs. Some

Dengan nomina jamak terhitung dan dengan nomina takterhitung, artikel indefinit tidak hadir. Artikel nol yang digunakan.

Have you ever eaten roasted chestnuts?

Milk is good for you

Do you like folk music?

Namun determiner some merupakan ekuivalen dari a/an. Perhatikan kontras”

I’ve just bought a melon

I’ve just bought some melons

I’ve just bought some melon

?I’ve just bought melons.

She has become a vegetarian

They have become vegetarians

*They have become some vegetarian.

Dalam kalimat negatif, any yang tidak ditekan ekuivalen dengan some, sehingga terdapat kontras di antara tiga kalimat di bawah:

I haven’t bought any books.

? I haven’t bough books

They haven’t become vegetarians

*They haven’t become any vegetarians.

Perbedaan di antara penggunaan artikel nol dan some bisa diringkas seperti ini: Some yang tidak ditekan, walaupun terkadang dianggap sebagai artikel untuk nomina jamak, sebenarnya tetap memiliki fungsi penyata bilangan, dan mengacu kepada suatu jumlah atau kuantitas yang spesifik (walau tidak tentu). Sehingga pada I’ve just bought some melons tidak menyatakan berapa banayk melon, namun sebenarnya jumlahnya bisa dicari. Artikel nol, secara berlawanan, hanya menyatakan kategori kelompok seseorang. Sehingga vegetarian pada she has become a vegetarian adalah kategori dari orang, dan kalimat ini sederhananya menyatakan bahwa orang diacukan dengan menyatakan bahwa ia berada dalam kategori itu.

Artikel nol bisa digunakan daripada some, khususnya jika kontrasnya disiratkan dengan ciri prosodik atau ciri suprasegmental[9].

I’ve just bought MĚLONS (tapi bukan GRAPES)

I haven’t bought BǑOKS (tapi I’ve bought magazines)

Some dan artikel nol terkadang dapat berterima keduanya, dalam kasus lain salah satunya kurang berterima, dan dalam kasus lain bisa saja sama sekali tidak berterima. Dalam dua kasus di bawah, some tidak berterima.

These shoes are made of leather                                                                        [1]

I’ve always preferred coffee to tea                                                                    [2]

Dalam kalimat pertama, penutur hanya tertarik pada jenis material yang menyusun sepatu itu: jumlahnya tidak penting. Pada [2], fokusnya terdapat pada dua jenis minuman, dan tidaklah relevan untuk mempertimbangkan jumlahnya.

Pada kasus lain, pemberian some dapat memberikan perbedaan yang tajam dalam pemaknaan, misal:

Joe’s been chasing women ever since he was young             [3]

Dalam [3], some women akan memberi kesan yang tidak tepat bahwa Joe dengan gigih mengejar sekelompok wanita yang sama, daripada dia adalah Don Juan[10] yang memiliki sifat yang sudah tak tertolong lagi.

Lalu, perbedaan yang perlu kita buat, adalah antara perbedaan KATEGORIAL dari artikel nol, dan makna KUANTITATIF dari some. Sehingga terlah terlihat bahwa makna generik dari artikel nol seperti Tigers are fierce animals, tidak lebih dari varian khusus dari pemaknaan kategorial. Namun masih lebih baik untuk memisahkan acuan generik, ketika kita bisa menggantikan kata Tiger di atas menjadi all tigers tanpa perubahan arti yang mencolok, dari acuan kategorial yang spesifik seperti kalimat [3], ketika jelas bahwa tidak ada klaim bahwa semua perempuan telah digoda oleh Joe.

Seperti yang sudah digambarkan, pilihan antara artikel nol dan some hanya berdasarkan aspek fokus daripada perbedaan makna. Terdapat banyak situasi di mana artikel nol dan some bisa dibuat, dengan menghasilkan hanya sedikit pergeseran fokus. Bandingkan:

Would you like (some) coffee or (some) tea?                        [4]

I’ve been writing (Some) letters this morning                      [5]

We have just received (some) news from Moscow               [6]

Varian tanpa some akan berfokus pada kategori sebagai keseluruhan; misal [4] menanyakan dua jenis minuman, dan [5] berkaitan dengan suatu jenis kegiatan, yaitu aktivitas menulis surat. Tapi ketika some ditambahkan, fokus berubah menjadi jumlah kopi dan teh, atau jumlah surat yang dibuat, yang sedang ada dalam pikiran penutur.

 

6.        Penggunaan Artikel Indefinit (A/an) vs. Determinatif Lain

6.1.    Penggunaan nonreferensial dari artikel indefinit

Artikel indefinit berhubungan dengan fungsi komplemen dalam sebuah klausa, atau umumnya dengan frasa nomina dalam hubungan kopular. Di sini artikel memiliki peran deskriptif (sama dengan adjektiva predikatif), daripada peran pengacuan:

Paganini was a great violinist

My daughter is training as a radiologist

We found Lisbon (to be) a delightful city

What a miserable day (it is)!

Jika kalimat-kalimat di atas artikel indefinit diperlukan, di contoh ini terdapat kebebasan dalam memilih:

Her duties as (a) hostess

My appointment as (a) lecturer

Jung as (a) thinker.

Terkadang ketidak-mengacuan a/an berada dalam makna yang lebih kuat; ia bisa tidak mengacu pada realitas sama sekali:

Leonard wants to marry a princess who speaks five language

Dari kalimat ini, kita tidak dapat menentukan apakah Leonard mengenal seorang putri spesifik dan akan menikah dengannya, atau ia hanya menyebutkan kualifikasinya yang sangat ketat mengenai wanita yang akan ia nikahi di masa depan. Dari yang kita ketahui selama ini, mungkin tidak ada putri yang bisa lima bahasa sekaligus.

 

6.2.   Penggunaan artikel indefinit vs. one

Artikel indefinit sejarahnya diturunkan dari bentuk taktertekan dari one, dan dalam Bahasa Inggris masa kini, masih banyak konteks dimana ia digunakan ketika fungsi bilangan yang paling diutamakan. Oleh karena itu one bisa digantikan dengan artikel a yang secara empatik ekuivalen pada konstruksi koordinatif:

A mile or two                     cf: one or two miles

The Wright have two daughter and a son.

A foot and a half of water             cf: one and a half feet

Kalimat di bawah adalah contoh lain dimana one bisa menggantikan a/an, dan dimana adjektiva single bisa digunakan sebaga penguat artikel a atau one.

Mungo can walk forty miles in a (single) day

They didn’t stop taliking for a (single) moment.

There’s not a (single) pickled onion in the house.

A/an umumnya hadir dalam makna kuasi-numerik ketika diikuti sebuah kalimat negatif.

Penggunaan artikel indefinit untuk fungsi numerik atau bilangan paling umum dalam pernyataan-pernyataan di bawah.

a hundred, a dozen, a score, a thousand, a million, a million and a half, a quarter/a twelfth of + noun

Yang lain digunakan sebagai pembilang jumlah dalam a few, a little, a great many, a large number of, dan juga dalam frasa pengukuran seperti:

Half an hour, ten dollars a day, sixty miles an hour, three times a minute.

Perlu diingat bahwa one tidak bisa menggantikan penggunaan a/an untuk makna generik.

 

7.        Catatan

1)       Penggunaan disebut pada: Swan (2016), Subbab 12, poin 135.1

2)      Penggunaan disebut pada: Swan (2016), Subbab 12, poin 135.1

3)      Penggunaan disebut pada: Swan (2016), Subbab 12, poin 135.1

 

8.        Daftar Pustaka

Berezowski, Leszek. (2009). The Myth of the Zero Article. New York: Continuum Internasional Publishing Group. Halaman 25-26.

Jespersen, O. 1949. A M

Kridalaksana, H. 2009. Kamus Linguistik . Edisi ke-4. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Swan, Michael. 2016. Practical English Usage. Oxford: Oxford University Press

Quirk et. al. (1985). A Comprehensive Grammar of the English Language. Longman: USA. hlm. 265-297



[1] Untuk penguraian pembagian yang lebih rinci: Quirk et. al (1985), A Comprehensive Grammar of the English Language. Longman: USA hlm. 256.

[2] Untuk penguraian pembagian yang lebih rinci pada berbagai macam nomina tentang negara kewarganegaraan berdasarkan negara, acuan, dan keterhitungannya (jamak atau tunggal), lihat: Quirk et. al (1985), A Comprehensive Grammar of the English Language. Longman: USA hlm. 284-285

[3] Lihat Catatan 3 pada bab 7.

[4] lihat: Quirk et. al (1985), A Comprehensive Grammar of the English Language. Longman: USA hlm. 277-280 (5.43 sampai dengan  5.49)

[5] Ada tabel hubungan tingkat keawaman dengan artikel yang sesuai yang dirangkum oleh Berezowski (2009) dari buku Jespersen (1949). Untuk lebih jelasnya lihat: Berezowski, Leszek. (2009). The Myth of the Zero Article. New York: Continuum Internasional Publishing Group. Halaman 25-26.

[6] Lihat Catatan Nomor 1 pada bab 7.

[7] Frase nomina apositif merupakan frasa endosentris yang berinduk banyak dan bagian-bagiannya tidak dihubungkan dengan penghubung (seringkali dengan jeda) dan yang masing-masing menunjuk pada referen yang sama dalam alam di luar bahasa; misal Amin, teman saya, sedang menuju Pondok Gontor. Frase nomina apositif memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya.

[8] Lihat Catatan 2 di bab 7.

[9] Ciri suprasegmental atau ciri prosodik adalah ciri ujaran (karakteristik suatu ujaran) yang melingkupi lebih dari satu segmen ujaran atau bunyi, yaitu nada, tekanan, sendi, dan intonasi. Menurut J.R. Firth, dikutip dari Kridalaksana (2009) dalam analisis fonologi, terdapat dua satuan, yaitu satuan fonematis dan prosodi. Ciri-ciri seperti palatalisasi, nasalisasi, atau pembundaran bibir diperlakukan sebagai prosodi. Analisis fonologi prosodi ini mencoba menghubungkan fonologi dengan gramatika. Di sini bisa diartikan bahwa beda bunyi bisa mempengaruhi penggunaan artikel nol vs. Some.

[10] ‘Don Juan’ mengacu pada seorang bangsawan asal Spanyol yang dikenal dengan kehidupan penuh syahwat dan orang yang senang menggoda wanita. Sekarang nama itu diserap sebagai istilah untuk menyebut seseorang yang senang menggoda wanita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar