Karena panjangnya dokumen ini, tolong langsung gunakan fitur Ctrl+F untuk mencari fungsi artikel yang anda inginkan. Jika anda ingin membacanya dari awal hingga akhir, silahkan anda lakukan.
Dalam bahasa Inggris, terdapat tiga jenis determiner, yaitu: predeterminer (half, all), central determiner (a, an),
dan postdeterminer
(bilangan kardinal atau ordinal, many,
few). Ketiga kelas ini
diatur berdasarkan posisinya pada suatu frasa nomina. Oleh karena artikel
merupakan central determiner,
kata ini berada di tengah frasa nomina. Menurut Quirk (1985), central
determiner dibagi menjadi lima jenis. Pengelompokkan ini dilakukan berdasarkan
penempatannya bersama dengan salah satu dari tiga kelas nomina, yaitu nomina
tunggal, nomina jamak, dan nomina takterhitung. The termasuk ke dalam kelas (a) (digunakan
untuk nomina tunggal, jamak, dan tak terhitung), artikel nol termasuk kelas (b)
(digunakan untuk nomina jamak dan tak terhitung), dan a/an termasuk kelas (e) (hanya digunakan untuk
nomina tunggal)[1].
Karena klasifikasi-klasifikasi ini, a/an disebut sebagai indefinite
article dan the disebut
sebagai definite article.
Dengan dasar di atas, diketahui dengan
jelas bahwa kelas nomina yang berbeda-beda memerlukan artikel yang berbeda.
Untuk dua kelas nomina umum, nomina takterhitung dan terhitung, distribusi
nomina menjadi jumlah, dan ketertentuannya (taktentu/tentu) dapat dijelaskan
sebagai berikut:
Tabel 1 Ilustrasi Penggunaan Determiner pada kelas-kelas nomina umum
|
|
|
Terhitung |
Takterhitung |
|
Tunggal |
Tentu |
the book |
the furniture |
|
|
Taktentu |
a book |
furniture |
|
Jamak |
Tentu |
the books |
|
|
|
Taktentu |
books |
|
Penentuan artikel mana yang digunakan untuk
mendampingi sebuah nomina bergantung dari tiga sifat berikut ini:
a.
ketertentuan
acuan (apakah benda yang dirujuk berada di dekat penutur [spesifik], setengah
spesifik [benda yang diacu berada pada
suatu lingkungan, namun terdapat beberapa benda serupa dalam lingkungan
tersebut], atau benda mengindikasikan suatu kelompok barang yang umum
[general]),
b.
jumlah
(apakah benda yang diacu berjumlah banyak [jamak] atau satu buah [tunggal])
c.
konvensi
(apakah nomina memang pada umumnya dipasangkan dengan, misal, the karena merupakan satu bagian
dari jenama, atau apakah nomina memang tidak dipasangkan dengan artikel apa pun
walaupun ia bersifat spesifik di masa-masa tertentu, misal, dinner.)
Ketika
ada dua aturan yang bisa diberlakukan (misalnya bisa pakai the dan artike nol),
aturan yang bersifat konvensi lebih disarankan. Contoh yang diilustrasikan di
sini kebanyakan akan saling bertumpang-tindih karena sifatnya yang imbal ke
komparasi. Berikut ini aturan-aturan deskriptif dalam penggunaan artikel.
Artikel ini tidak akan
menjelaskan dasar utama dalam penggunaan artikel, sehingga pembaca diharapkan
telah mengetahui, yaitu: jika nomina dibaca dengan suara vokal, maka artikel an yang digunakan; jika nomina
dibaca dengan suara konsonan, maka artikel a yang digunakan, dan the bisa digunakan dimana pun di
depan nomina, apakah ia bersuara vokal atau konsonan.
1.
Aturan Konvensi
1.1. The
Aturan konvensi
pada penggunaan the
terjadi dalam Nama diri,
yaitu nomina yang menyatakan nama tanggal, hari, orang, tempat, festival,
jenama, dan lain sebagainya. The yang melekat pada suatu nama disebut dengan bulit-in
definite article,
yang mana tidak bertindak
sebagai determiner yang variabel (bisa hilang atau diubah) dan tidak bisa
diikuti oleh adjektiva apapun, kecuali dalam beberapa aturan yang mengizinkan
demikian. Struktur nama dengan the disajikan
sebagai berikut.
a.
Tanpa
modifikasi
the
Kremlin
the
Pentagon
the
Knesset
the
Koran
the
Bible
the
Parthenon
The
Guardian
The
Times
the
Dáil
b.
Dengan
premodifikasi
the
Suez Canal
the
National Gallery
the
Socialist Bookshop
the
Ford Foundation
the
English Channel
the
American Civil War
c.
Dengan
postmodifikasi
the
House of Commons
the
District of Colpmbia
the
Institute of Psychiatry
the
Bay of Fundy
d.
Penghilangan
Elemen (karena sudah dikenal sehingga tidak perlu ditulis lengkap)
the
Tate (Gallery)
the
Atlantic (Ocean)
the
Mediterranean (Sea)
the
Mermaid (Theatre)
the
(River) Thames
the
Majestic (Hotel)
Ketika the ditulis dengan huruf
kecil, maka the bukan bagian dari nama. Ketika the ditulis dengan huruf besar,
seperti pada The Hague, The termasuk bagian dari nama.
1.1.1. Kelas-kelas
nama dengan the
a. Nama dalam bentuk jamak (generik), contoh: the
Netherlands, the Midlands, the Great Lakes, dibagi menjadi dua kategori
i.
Kelompok pulau:
the
Hebrides, the Shetlands, the Canaries (atau the Canary Islands), the Bahamas.
ii.
Suatu deretan
gunung atau bukit: the Himalayas, the Alps, the Andes, the Rockies, the
Pyrenees, the Pennies. Juga nama
deretan gunung yang tunggal: the Caucasus, the Sierra Nevada. Pengecualian: Kensington
Gardens, Burnham Beeches.
b. Nama geografis lain
i.
Sungai: the Avon, the
Danube, the Euphrates, the Potomac River.
ii.
Laut dan
samudra: the Pacific (Ocean), the Atlantic (Ocean), the Baltic (Sea), the
Kattegat
iii.
Kanal: the Panama
Canal, the Suez Canal, the Erie Canal
iv.
Beberapa aspek
geografis yang ada di sepanjang pantai: the Gulf of Mexico, the Cape of Good Hope, the Bay of
Biscay, the Strait of Magellan, the Sound of Bute, (the) Bosphorus, the Isle of
Man, the Isle of Wight.
c. Institusi Publik, fasilitas publik, dan lain-lain:
i.
Hotel dan
restoran: the Grand (Hotel), the Waldorf Astoria
ii.
Teater, opera,
bioskop, dan klub: the Criterion, the Global (Theater), the Athenaeum
iii.
Museum,
perpustakaan, rumah sakit, dsb.: the British Musesum, the Bodleian (Library), the Middlesex
Hospital.
Pengecualian: Nama
tempat yang berbentuk genitive (Gaylord’s
Restaurant, Brown’s Hotel, St John’s College), beberapa nama teater dan opera yang tidak diberi the karena namanya yang sama
dengan nama tempat, seperti Drury Lane, Convent Garden.
iv.
Nama kapal dan
pesawat, khususnya yang terkenal dalam sejarah, contohnya: the Victory,
the Spirit of St Louis.
v.
Koran dan
majalah: The Economist, The New York Times, The Observer, The Providence
Journal, the London Review of Books. The umumnya
dituliskan dengan huruf kapital untuk nama koran.
Pengecualian: Walaupun
artikel adalah bagian dari nama koran, ia tidak digunakan setelah sebuah artikel
indefinit, determiner lain, atau bentuk genitif:
Have you got a Times
She’s a Times reporter
Have you seen today’s New York Times?
Malcom lent me his Guardian.
Majalah lebih
umum memiliki artikel nol: Time, Punch, English Language Teaching Journal, New Scientist,
Scientific American.
1.1.2. Keluarga
X (jamak)
Ketika suatu nama
keluarga berbentuk jamak dan diberikan the, maka artinya menjadi ‘keluarga X’.
The Wilsons, The
Joneses, The Prideaux
1.1.3. Tempat/orang
terkenal yang bernama X
Definite article
the yang dengan penekanan ditempatkan sebelum nama tempat atau orang memiliki
arti khusus ‘orang/tempat yang terkenal bernama X
A: I used to know
John Lennon quite well.
B: Surely you
can’t mean The John Lennon?
1.1.4. ‘The
+ adjektif’ pada Nama dengan Sifat Stereotipnya
Dalam gaya
tulisan yang lebih formal dan stereotipikal, kata sifat bisa ditempatkan di
antara the dan nama diri.
the beautiful
Princess Diana
the inimitable
Henry Higgins
1.1.5. Makna
Partitif
Ketika the +
modifikasi dilakukan, makna yang sebelumnya unik menjadi bersifat partitif
karena membuat suatu waktu atau tempat menjadi lebih spesifik dibanding yang
sebelumnya. Lihat perbedaannya pada contoh-contoh berikut:
Tabel 2
Perbandingan Arti Unik dan Partitif pada Nama Jenis
|
ARTI UNIK |
ARTI PARTITIF |
|
during easter |
during the Easter of that year |
|
in England |
in the England of Queen Elizabeth |
|
in Denmark |
in the Denmark of today |
|
Chicago |
the Chicago I like [aspek dari Chicago] |
|
Bradford |
the Bradford she grew up in |
|
Shakespeare |
the young Shakespeare [‘Shakespeare ketika masih muda’] |
1.2. A/an
1.2.1. Seseorang
Bernama X yang Tidak Dikenal
Artikel
indefinit diletakkan sebelum nama orang untuk arti “seseorang yang bernama X
namun tidak dikenal”.
A Mrs Robertson
was trying to contact you this morning.
1.2.2. Nama
hari dalam Seminggu yang General
Nama hari
dengan indefinite article digunakan untuk menyatakan suatu hari dimana suatu
kejadian terjadi, tanpa acuan mengenai minggu yang mana.
He left on a
Sunday.
1.3. The
atau Artikel Nol
1.3.1. Beberapa
gelar pengecualian yang selalu atau opsional diberi The
Penggunaan
gelar berikut yang selalu atau opsional diberikan The adalah sebagai berikut:
a. Gelar-gelar imperial, seperti : the Emperor Napoleon, (the) Emperor Haile Selassie, (the) Czar
Alexander, (the) Archduke Ferdinand, [kecuali
Kaiser
Wilhelm II]
b. the Lord [‘Tuhan’]
c. (the) Rev John
Smith [selalu the Reverend
John Smith jika diucapkan]
d. Gelar kebangsawanan ketika diikuti dengan frasa
dengan of: the Duke of
Wellington, the Countess of Derby, dsb.
1.3.2. Beberapa
Nama Geografi Pengecualian (artikel nol): Opsional atau Wajib diberi The
a. Nama kota dan distriknya seperti The Hague, The
Bronx, the City, the West/East End (of London)
b. Nama wilayah tertentu, khususnya yang berasal dari
Prancis, berbentuk jamak, atau yang mengindikasikan titik acuan kompas,
seperti:
the Crimea
the saar
the Punjab
the Sahara
the Ruhr
(the) Sinai
(the) Sudan
(the) Ukraine
(the) Yemen
The Near East
The Middle East
The Far East
The (deep) South
The Midwest
the Auvergne
the Everglades
1.4. Artikel
Nol
1.4.1. Nama
Orang
Nama orang,
walaupun bergelar atau tidak, tidak memiliki artikel. Nama tersebut bisa
terdiri dari: nama pembaptisan atau suku kata pertama nama (Margaret, Jack);
suku kata kedua nama (surname, nama keluarga) (Smith, Wilson); nama pemberian
dan nama keluarga bersamaan (Margaret Jane Smith, Jack Wilson). Lebihnya lagi,
satu atau beberapa nama pemberian (di Amerika penggunaannya berada pada nama
tengah) disingkat menjadi inisial (M. J. Smith; J. Wilson; Charles R. Maguire).
Nama yang dipasangkan dengan titel tambahan tetap tidak diberi artikel. Termasuk
di dalamnya nama-nama yang diberi titel Mr., Mrs. Miss, Ms., gelar kebangsawanan (Lord), pangkat dalam kantor pengadilan, pemerintah, dan
klerik (President), pangkat militer (Major), atau status akademik maupun gelar profesional (Doctor). Contohnya adalah
sebagai berikut:
Mr and Mrs Johnson
Ms Waterhouse
Dr Brown
Private Walker
Captain O’Connor
Lord Nelson
Lady Churcill
General MacArthur
Professor Smith
Cardinal Spellman
Inspector Harris
Chancellor Brant
Governor Rockefeller
Judge Fox
Akan tetapi,
tetap terdapat pengecualian untuk beberapa gelar seperti Rev. dan Emperor. Ini akan dibahas
secara terpisah pada bagian-bagian aturan yang sesuai.
1.4.2. Nama
Temporal
Nama temporal
adalah nama yang mengacu kepada suatu waktu yang berulang di kalender, seperti
nama festival, nama hari keagamaan, nama tahun baru, nama bulan, dan nama hari
dalam seminggu. Contohnya adalah sebagai berikut:
Christmas
(Day)
Independence
Day
Easter
(Sunday)
Passover
Good Friday
New Year
New Year’s
day
New Year’s
Eve
Ramadan
January, February,
....
Monday, Tuesday,
...
Namun,
kata-kata ini bisa bersifat condong ke nama jenis ketika mengacu pada suatu
rentang waktu tertentu, atau ketika mengacu pada sesuatu yang bersifat kolektif
untuk lebih dari satu rentang waktu. Bersama dengan next dan last + nomina, kata-kata tersebut
didampingi artikel nol ketika berhubungan dengan suatu titik waktu yang secara
implisit dapat diketahui dalam konteks situasional atau linguistik. Misal:
We’ll
leave on Sunday [Minggu
nanti]
We’ll
leave next Month [Bulan
berikutnya]
Namun,
secara kontras:
She
left on the next Sunday [Ia
pergi pada hari Minggu berikutnya pada suatu rentang di masa lalu]
She
left the next/following day [Ia
pergi pada keesokan harinya pada suatu rentang di masa lalu]
1.4.3. Nama
Geografis
Golongan-golongan
nama tempat di bawah ini umumnya menggunakan artikel nol, walaupun dengan
adjektiva premodifikasi.
a. Nama benua
(North) America
(medieval) Europe
(Central) Australia
(East Asia)
Antartica
(Equatorial) Africa
Pengecualian untuk the Antartic yang mengacu
kepada bagian kutub, sedangkan Antarctica mengacu kepada benua.
b. Nama negara, wilayah, negara bagian, dsb. dengan
pengecualian pada 1.3.2
(Elizabeth)
England
(modern) Brazil
(West) Scotland
(French) Canada
(industrial) Staffordshire
(nothern) Arkansas
c. Nama kota (kecil atau besar), dengan pengecualian
pada 1.3.2
(downtown) Boston
(ancient) Rome
(central) Brussels
(suburban) New York
d. Nama danau
(Lake) Lodoga
Silver Lake
Lake Michigan
Lake Nicaragua
Loch Ness
Ullswater
Pengecualian: the
Great Salt Lake
e. Nama gunung
Mount Everest
Mount Snowdon
Mont Blanc
Vesuvius
Ben Nevis
Aconcagua
1.4.4. Nama
Jenis yang Berdenotasi Unik
Nama diri tidak memiliki batasan
yang jelas, sehingga kata-kata seperti ini memiliki arti yang terkadang dekat
dengan Nama diri, padahal
bersifat nama jenis. Kata-kata ini umumnya diberi huruf kapital di depannya.
Contohnya yaitu: Fate,
Fortune, Heaven, Hell, Nature, Paradise, Earth.
1.4.5. Nama
diri yang Tidak Memiliki Bentuk Kontras Bilangan
Nama diri umumnya
tidak memliki bentuk bilangan yang kontras. Kebanyakan nama diri berbentuk
tunggal (Indonesia ~
?Indonesias) , atau
memiliki bentuk jamak tapi tanpa bentuk tunggal (the West Indies ~ *a West Indy). Namun, terdapat beberapa
keadaan khusus dimana nama diri diklasifikasikan kembali menjadi nama jenis,
sehingga tidak memiliki denotasi unik.
Shakespeares [‘penulis-penulis seperti Shakespeare’]
Smiths [‘orang-orang yang namanya
Smith’]
Londons [‘kota-kota yang disebut atau
mirip dengan London’]
1.5. Nama
Diri yang Diklasifikasikan Ulang Sebagai Nama Jenis
Sebagian jenis
dari nama jenis umumnya didahului oleh artikel definite (seperti the Andes), namun tidak memiliki kontras
artikel karena artikel pada nama tersebut tidak bisa diubah-ubah (* an Ande, *some Ande). Jika nomina ini
diklasifikasikan ulang menjadi nama jenis, maksud dari nama diri bisa
diubah-ubah dari artikel dan determiner lain.
a Shakesepare [‘penulis seperti Shakespare]
his new Shakespeare
[‘salinan karya
Shakespeare’]
I used to know a
Mary Roberts, too. [‘seseorang yang bernama Mary Roberts’]
She is the second
Mrs White – the first one died.
Lu Xun has been
known as ‘the Chinese Gorki’
Modifikasi lebih
lanjut dapat dilakukan secara terbatas ketika nama diri menggunakan sifat-sifat
nama jenis.
The Dr Brown I
know comes from Australia
The flower
arrangement was done by a Miss Phillips in Park Road
Do you mean the
Memphis which used to bet he capital of Egypt, or the Memphis in Tennessee?
I spoke to the
younger Mr Hamilton, not Mr Hamilton the Manager.
1.6. Struktur
paralel
1.7. Frasa
tetap yang melibatkan preposisi
2.
Acuan General
2.1. The
2.1.1. Dengan
frasa nomina tunggal
The memiliki
penggunaan yang terbatas dalam konteks generik. Dengan kepala frasa yang
tunggal, umumnya dengan gaya yang formal atau kesusasteraan, menyatakaan kelas
yang diwakilkan oleh contohnya:
A great deal of illness originiates in the mind
No one knows precisely when the wheel was invented
My colleague has written a book on the definite article in
Spanish.
Marianne plays the harp very well.
Pada contoh
terakhir, ditunjukkan bahwa instrumen musik dan jenis-jenis dansa umumnya
didampingi dengan definite article.
Play the violin, dancing the samba
Ketika nomina
mengacu kepada pengelompokkan orang, konotasi dengan the general bisa terdengar
tidak sopan, sehingga lebih sopan untuk menggunakan identifikasi karakteristik
umum dari kelas dengan aspek watak, penampilan dan lain sebagainya:
He spoke with the consummate assurance and charm of the
successful Harley Street surgeon.
Ketaksaan
bisa terjadi dalam menentukan apakah acuannya spesifik atau general.
A: The President
is too powerful
B: Which president?
A: No, I mean president in general.
2.1.2. Dengan
frasa nomina jamak
The generik
bisa mendampingi frasa nomina jamak dalam dua kasus khusus:
a. Nomina tentang kebangsaan, maksudnya nomina yang
mengacu kepada kewarganegaraan seseorang, berada dalam suku etnis tertentu, dan
lain sebagainya, misal: the Chinese, the English
b. Frasa dengan kepala adjektiva yang mengacu terhadap
sekelompok orang berdasarkan sifatnya atau ciri-cirinya, misal: the
unemployed, the blind, the rich, dsb.
Dalam kasus
yang lain, the + nomina jamak tidak boleh digunakan dalam acuan generik.
Sehingga contoh di bawah tidak berterima dalam makna generik.
*The wolves are carnivorous. ~ Wolves are ....
*The hydrogen is lighter than the oxygen. ~ Hydrogen is ...
Dalam
deskripsi ilmiah, Anda mungkin bisa menemukan the
rodents (mengacu pada semua orde
Rodentia).
Masih
diperdebatkan, bahwa, (a) dan (b) tidak sepenuhnya generik. Malah, frasa
tersebut merupakan frasa jamak dengan denotasi unik karena (seperti the masses,
the fairies, the clergy, the Saints, dll) frasa
tersebut juga digunakan untuk menyebut sekelompok orang dengan nama yang unik.
Sehingga terlihat bahwa ada kontras antara the untuk jamak generik dan the
untuk tunggal generik, seperti pada contoh di bawah
The Romans defeated the Carthaginians in 202 BC
?The Roman defeated the Carthaginian in 202 BC
Kalimat pertama
dapat diterima dibanding dengan kalimat kedua, karena The Romans dan The
Carthaginians mengacu secara kolektif terhadap beberapa orang, daripada pada
suatu contoh unik. Oleh karena itu, The Romans menjadi sebuah generalisasi
(seperti the mathematicians, the teenagers, the birds, dengan cara penggunaan yang sama), sedangkan the
Roman menyiratkan pernyataan umum. Walaupun begitu, lebih baik menggunakan
istilah ‘generik’ untuk penggunaan jamak maupun tunggal.
Dengan
nomina tentang kewarganegaraan, terdapat perbedaan yang terlihat dalam beberapa
kasus di antara nomina generik (dengan bentuk jamak yang yang sama dengan
bentuk tunggal) berakhiran -ish, -sh, atau -ch dengan nomina takgenerik
berakhiran -man untuk tunggal dan -men untuk jamak. Bentuk yang berakhiran -men
tidak disukai karena bisa mengakibatkan bias maskulinitas, dan jika pernyataan
yang secara seks netral diperlukan, maka bisa diganti dengan Welsh people,
misal. Memang terdapat istilah khusus seperti Welshwomen, tetapi dalam bentuk
kata lain, tidak nyata atau tidak ada, seperti *firewomen, *freshwoman. Dengan
sebagian besar nomina kewarganegaraan[2], tidak muncul perbedaan
antara bentuk generik dan spesifik.
The Welsh are fond of singing [generik]
Welshmen are fond of singing [generik]
The Welshmen are fond of singing. [spesifik]
The Finns are fond of sport [generik]
Finns are fond of sport [generik]
The Finns I know are fond of
sport [spesifik]
2.2. A/an
2.2.1. Anggota
yang representatif terhadap kelasnya
Penggunaan
generik dari a/an adalah untuk menyebut suatu anggota representatif terhadap
kelasnya. Sehingga any dapat digantikan dengan a/an dalam contoh:
The best way to learn a language is to live among its
speakers.
Larangan: a/an
generik tidak boleh digunakan untuk mengacu pada ciri-ciri yang dimiliki dari
suatu kelas atau spesies secara keseluruhan. Sehingga kalimat ini salah:
*A tiger is becoming almost extinct
2.2.2. Sifat
partitif
Sifat partitif
artikel definit pada the history of Europe paralel
terhadap penggunaan artikel indefinit seperti contoh di bawah.
Mavis had a good
education
My son suffers
from a strange dislike of mathematics <ironi>
She played the
oboe with (a) remarkable sensitivity
Artikel ini
digunakan secara khusus dengan nomina yang umumnya takterhitung. Kondisi dimana
a/an harus muncul belum jelas, namun tampak mengikuti aturan di bawah:
a. Nomina mengacu kepada kualitas atau abstraksi lain
yang diberikan untuk menceritakan seseorang.
b. Nomina di premodifikasi dan atau dipostmodifikasi;
dan secara umum, semakin banyak modifikasi, semakin tinggi keberterimaan a/an.
Untuk
mengkonfirmasi poin b di atas, perhatikan
bahwa a
akan dihilangkan apabila adjektivanya dihilangkan:
*She played the
oboe with a sensitivity
She played the
oboe with sensitivity
Namun, a lebih diterima daripada
artikel nol ketika nomina dimodifikasi
She played the oboe with (a) charming sensitivity
She played the oboe with a sensitivity that delighted the
critics.
2.3. The
atau artikel nol
Ada
pernyataan dimana artikel definite opsional pada nama bahasa, seperti pada:
A word borrowed from (the) French/ (the) Italian
Examples from (the) Sanskrit/(the) Hebrew
Kalimat di
bawah sekarang arkais kecuali dalam Bahasa Inggris dialek Irish, yang artinya
ia bisa bahasa Prancis.
He has the French
Dan
berlawanan dengan arti yang lebih menjurus ke pelajaran dalam kurikulum secara
umum pada kalimat di bawah.
He has French and English
2.4. Artikel
Nol
2.4.1. Perbandingan
penggunaan the + of phrase dengan premodifikasi pada nomina abstrak
takterhitung
Biasanya, artikel nol juga hadir ketika nomina
abstrak takterhitung dipremodifikasi
She’s studying
European history
Namun, ketika
nomina yang sama dipostmodifikasi dengan frasa-of, artikel definit umumnya
mendahuluinya.
*She’s studying
history of Europe
She’s studying the history of Europe.
Sehingga kita
dapat menemukan beberapa kontras seperti yang di bawah ini:
human evolution ~ the evolution of man
medieval art ~ the art of the Middle Ages
Oriental philospohy ~ the philosophy of the Orient
18th century morality ~ the morality of the 18th century
Terlihat
bawha kata kataforis the ditambahkan pada contoh seperti She’s studying the
history of Europe. Karena efek dari
frasa of yaitu memisahkan subkelas tertentu dari sebuah fenomena yang
dinyatakan oleh nomina, sehingga mengubah dari arti generik menjadi spesifik
atau partitif. Kita menemukan perbedaan antara She’s studying European history dengan She’s studying the history of Europe: yang mana kalimat dengan
the menyatakan bahwa dia belajar sejarah Eropa secara menyeluruh, sedangkan
kalimat dengan frasa of menyatakan bahwa ia hanya mempelajari beberapa aspek
dalam sejarah Eropa.
Ilustrasi
kontras di atas juga dapat ditemukan di nomina takterhitung konkret dan nomina
jamak.
This museum specializes in 18th century furniture
This museum specializes in the furniture of the 18th
century
Alice is engaged in research on Souh American butterflies
Alice is engaged in research on the butterflies of South
America
Namun
terdapat beberapa kasus dimana adalah lebih atau kurang diterima untuk
menghilang the.
The museum specializes in furniture of the 18th century
?Alice is engaged in research on butterflies of South
America.
2.4.2. Untuk
nomina jamak dan takterhitung
Penggunaan artikel nol generik
digunakan pada nomina jamak dan takterhitung[3] untuk mengidentifikasi
kelas sebagai satu kesatuan yang tak dapat diurai:
Cigarettes are bad for your health
Hydrogen is lighter than oxygen
Necessity is the mother of invention.
Research shows that i tis the elderly
who are the prime victims of inflation.
Hunger and violence will continue to
mark the future of mankind/humanity.
2.4.3. earth yang seharusnya
diberi the
Ketika earth
digunakan dalam beberapa frasa tetap, earth tidak dilekatkan dengan the.
Contohnya:
Come back/down to earth.
He’s very down to earth.
What on earth are you doing.
2.4.4.
3.
Acuan Sporadik
3.1. Pengertian
Terkadang the digunakan untuk
mengacu kepada suatu lembaga pada kehidupan sosial manusia. Contohnya, pada [1]
terdapat dua kemungkinan dalam interpretasi the
theatre:
My sister goes
to the theatre every month.
Apabila menggunakan acuan situasional, ini artinya
suatu teater tertentu, contohnya seperti Criterion Theatre, yang saudara perempuannya
sering hadiri. Tapi arti yang lebih sesuai adalah si my sister tidak selalu membatasi
kepergiannya ke teater ke satu gedung saja, namun lebih ke teater sebagai
institusi, sehingga tidaklah baik untuk bertanya, untuk merespons [1] dengan: Which theatre? Kita sebut ini
adalah penggunaan sporadik dari the karena acuannya dibentuk dari sebuah institusi yang
bisa kita lihat berulang-ulang pada tempat-tempat dan waktu yang berbeda-beda.
Penggunaan yang sama juga terdapat pada the news, the
radio, the television, the paper(s), the press, dan lain sebagainya, yang mengacu kepada komunikasi massal:
Did you hear
the ten o’clock news?
What’s in the
paper(s) this evening?
What’s on the
radio this evening?
What’s on the
TV this evening?
Namun untuk television atau TV, terdapat kemungkinan juga bahwa article akan hilang.
Konsep acuan sporadik juga melebar hingga ungkapan-ungkapan
yang mengacu tentang transportasi modern dan komunikasi, seperti the bus, the
train, the post, the mail, the telephone:
Mary took the
bus/the train to London.
He promised
that the letters would be in the post/the mail this evening.
Dalam makna temporal, acuan sporadik bisa diaplikasikan
kepada penggunaan opsional the untuk kata-kata yang mengacu pada musim (the winter), dan festival (the New Year)
Penggunaan sporadik the adalah tingkat pertengahan antara penggunaan the kataforis atau anaforis
dengan artikel nol yang menyatakan penggunaan sporadik yang ‘sangat terinstitusionalisasi’
[4]. Penggunaan artikel nol dalam
skala ini menandakan nomina berada pada tingkat familiaritas tertinggi,
sehingga artikel sama sekali tidak diperlukan[5]. Penggunaan artikel di sini
akan bergantian antara the dan artikel nol, sehingga memang akan dipisahkan
dari tempat yang sebenarnya, acuan spesifik menurut Quirk (1985).
3.2. Suatu
‘lembaga’ di sekitar kehidupan sosial dan manusia
Nomina-nomina tertentu bisa didampingi dengan
artikel nol khususnya sebagai komplemen dari at,
in, dan on, dalam frasa kuasi-lokatif: sehingga seseorang
mungkin bisa disebut be in church, tapi tidak *be in library. Kami menyebutnya ‘kuasi-lokatif’ karena, walaupun
terlihat memiliki arti lokatif, namun fungsinya lebih abstrak. Dalam konteks
ini, nomina seperti college, church, dan
sebagainya tidak mengacu pada bangunan atau tempat, tapi lebih fungsi atau
institusi yang berhubungan dengan tempat-tempat itu: to be in prison, contohnya, artinya
menjadi narapidana, bukan seorang pengunjung semata; to go to sea maksudnya untuk
meniti karir sebagai seorang pelaut; Pada bagian kanan, kita mengilustrasikan
nomina yang sama dengan yang digunakan di bagian kiri kecuali ditambahkan the dalam acuan situasional atau
kataforis.
Bandingkan:
be in town The town/the city is very old
go to bed lie down on the bed
be in hospital redecorate the hospital
go to prison, jail walk around the prison/the jail
be in class The class work hard
be at school visit the school
go to sea look out towards the sea
be in/be at church admire the church
go to college the gates of the college
Catatan:
Beberapa frasa yang berkaitan
dituliskan di bawah, di mana menunjukkan variasi dalam penggunaan artikel:
Get out of the bed
During (the) break/recess
Be in/return to camp
Live on/off (the) campus
be on/off (the) stage
at (the) court [istana kerajaan]; in the
court [pengadilan];
The case was settled out of court; take someone to court
come/go/leave home; be (at) home; feel at home
Dengan university, artikel bersifat
opsional dalam BrE dalam ungkapan be at/go to (the) university, sedangkan AmE mewajibkan artikel definit (juga seperti
pada hospital dalam AmE: ‘He’s in the hospital.’).
Terkadang artikel juga
dihilangkan ketika acuannya memang pada gedung, bukan institusi:
I walked straight back into/to school
She’s at church, arranging flower.
Pada AmE, dan mulai meningkat
di BrE, artikel bisa diabaikan dalam ungkapan seperti:
In the center of town, the business part of town.
3.3. Metode transportasi dan
komunikasi
3.4. Nomina-nomina
waktu dalam satu hari
3.5. Musim
3.6. Waktu-waktu
makan
3.7. Penyakit
4.
Acuan Spesifik
4.1. The
4.1.1. Pengertian
Artikel
definit the digunakan untuk menandai frasa yang mendahuluinya sebagai definit,
maksudnya ‘mengacu terhadap sesuatu yang dapat dikenali secara unik dalam
pengetahuan kontekstual atau umum yang diketahui oleh pendengar dan penutur’[6] . ‘Sesuatu’ yang diacu
bisa jadi: seseorang, sekelompok orang, sebuah obyek, sekelompok obyek, sesuatu
yang abstrak, sekumpulan hal-hal yang abstrak, dan lain sebagainya. Lebih lagi,
nomina yang yang ditetapkan dengan the bisa mengalami pre- atau postmodifikasi,
sehingga ‘sesuatu’ yang dikenali itu bisa lebih rinci, misal
the tall lamp the lamp on the table.
Karena
diketahui bahwa the bergantung
terhadap pengetahuan bersama, terdapat beberapa cara yang dilakukan pendengar
untuk menentukan atau ‘menemukan’ hal yang diacu.
4.1.2. Situasi
Seketika
Istilah acuan
seketika dapat digunakan untuk menjelaskan kasus dimana acuan dari the
diturunkan dari situasi ekstralinguistik. Pertama-tama kita membedakan the yang
digunakan dalam situasi seketika:
The roses are very beautiful. [dikatakan di
sebuah taman]
Have you visited the castle [dikatakan ketika berada di
suatu kota]
I missed both the lectures this morning [dikatakan oleh
seorang murid kepada yang lain]
Have you fed the cat? [dalam konteks domestik]
These are the piston [dikatakan ketika sedang menjelaskan
komponen mesin]
Tentu saja
mungkin dapat terjadi kesalahan dalam judging pengetahuan pendengar, sehingga pendengar perlu
mencari penjelasan mengenai hal itu dengan bertanya menggunakan pertanyaan
dengan which atau what:
Have you feed the cat? WHICH
cat?
Aren’t the red roses lovely? WHAT red roses?
Pada
penggunaan sehari-hari, karena penutur tidak selalu yakin terhadap pengetahuan
pendengar, penggunaan the (involves a certain amount
of guesswork). Faktanya,
dalam beberapa kasus dari asumsi pengetahuan bersama (is a palpable fction). Pemberitahuan seperti mind your step dan Beware of the dog, contohnya, tidak
membuat anggapan bahwa pembaca pada awalnya memperhatikan bahaya yang
dimaksudkan penutur.
4.1.3. Situasi
Umum (Lebih Luas)
Identitas
dari hal yang diacu dapat jelas diketahui dari pengetahuan yang dimiliki
tentang ‘situasi yang lebih luas’ yang dimiliki bersama oleh penutur dan
pendengar, seperti:
The Prime Minister the
Arlines the last
war
Situasi yang
lebih luas itu bisa saja mencakup seluruh dunia (the Pope), atau diketahui oleh
semua warga yang tinggal di suatu negara, seperti di Amerika Serikat, pada
suatu waktu tertentu, hampir semua orang akan mengetahui siapa presiden yang
dimaksud dari frasa the president. Ketika
sudah selebar ini, situasi yang diperluas sulit dibedakan dengan pengetahuan
umum, dan bisa menjauh hingga, dalam kasus yang ekstrem, seluruh planet atau
seluruh sejarah manusia. Dalam penggunaan frasa seperti the sun, terdapat asumsi awal bahw, dari pengalaman dan
pengetahuan dalam suatu bidang, benda yang dimaksud hanya ada satu. Contoh yang
lain adalah sebagai berikut:
the North Pole
the moon
the stars
the zenith
the Greek gods
the Equator
the sea
the universe
the nadir
the Republic
the earth
the sky
the cosmos
the Renaissance
the Curch
Ada tendensi
untuk beberapa pernyataan berfrasa nominal akan diikuti dengan the yang ditulis
dengan huruf pertama kapital. Hal ini disebabkan karena pernyataan tersebut
memiliki efek Denotasi Unik, dan ini yang membangun nomina nama diri (lihat
1.1.).
Tidak ada
garis pembatas yang jelas untuk memisahkan situasi ‘seketika’ dan ‘diperluas’;
tetapi, ada skala generalitas yang dimulai dari yang paling ketat/terbatas
sampai lingkungan yang paling kurang terbatas yang lingkungan tersebut dapat
cakup: yaitu seluruh semesta dari pengetahuan manusia. Perlu diperhatikan bahwa
terkadang, pengetahuan dalam situasi yang diperluas akan bertumpang tindih
dengan penggunaan untuk acuan generik.
4.1.4. Acuan
anaforis langsung
Istilah
acuan anaforis digunakan ketika keunikan dari acuan pada suatu frasa the X
disediakan oleh informasi yang diberikan sebelumnya dalam diskursus. Kita bisa
membagi dua jenis anafora: langsung atau tidak langsung. Sebuah nomina definit
menerima interpretasi anaforik langsung ketika kepala nomina yang sama telah
ditemukan sebelum kalimat tersebut pada teks, dan jelas bahwa ada hubungan di
antara dua frasa nomina. (Dengan mengatakan bahwa mereka memiliki koreferensi,
kita dapat memahami bahwa dua frasa tersebut memiliki acuan yang sama.)
Contohnya:
John bought a TV
and a video recorder, but he returned the video recorder.
Di sini,
seperti pada kasus lain yang mirip, terdapat hubungan yang saling mendukung
antara artikel definit dengan artikel indefinit: acuan pertama untuk sebuah
obyek umumnya akan berbentuk indefinit; tetapi ketika obyek tersebut sudah
dikenalkan ke dalam diskursus, ia dapat ditangani sebagai ‘diketahui secara
kontekstual’, dan oleh karenanya, bisa dirujuk dengan penggunaan artikel
definit.
4.1.5. Acuan
anaforis tidak langsung
Anaforis
tidak langsung muncul ketika acuan menjadi bagian dari pengetahuan pendengar
secara tidak langsung, bukan dengan perkataan, seperti pada 4.1.4, namun dengan
penyiratan dari apa yang telah dikatakan:
John bought a bicycle, but when he rode it one of the
wheels came off.
Roda dari
sepeda dapat (taken for granted) dalam kalimat ini karena (a) kata ‘sepeda’
sudah disebutkan (Anafora), dan (b) kita mengetahui bahwa sepeda memilii roda (pengetahuan
umum). Dengan cara ini, kita bisa melihat bahwa anafora tidak langsung
menggabungkan acuan anaforis dengan acuan kataforis; misal kita memahami the
wheels pada kalimat di atas sebagai varian elipsis dari the wheel of the
bicycle. Penjelasan yang terakhir, yang nanti kita akan amati, tidak selalu
dialami semua kasus.
Contoh-contoh
lain yang menjelaskan anafora tidak langsung adalah seperti ini: ketika kita
mengenalkan topik a farm, kita bisa melanjutkan dengan pembicaraan tentang the farmer, the farmhouse,
the pigs, the barn, dan lain
sebagainya; setelah kita mengenalkan topik orchestral concert, kita dapa melanjutkan pembicaraan pada the programme, the
audience, the conductor, the second oboe, dan
lain sebagainya.
I lent Bill a valuablee book, but when returned it, the
cover was filthy, and the pages were torn.
They got married in grand style. The bride wore a long
brocade dress, and the bridesmaids wore pink teffeta. The organist played
superb music, and the choir sang magnificently.
Pada salah satu
kalimat di atas ‘a wedding’ diperkenalkan dengan frasa verba got married (sehingga, kelanjutannya the bride, the
bridesmaids); ada juga asumsi awal
mengenai adanya gereja, sehingga bisa dilanjutkan dengan the organist, the
choir. Oleh karena itu tidak ada cara
yang mudah untuk menceritakan kehadiran the setelah suatu elipsis; untuk
melakukannya, perlu untuk menyusun frasa yang sangat panjang seperti:
The bridesmaid who accompanied the bride when she got
married
4.1.6. Acuan
kataforis
Penggunaan
kataforis dari the bisa dipahami sebagai penggunaan dari artikel definit dalam
konteks yang diberikan setelah kepala nomina, daripada yang mendahuluinya,
sehingga kita dapat menentukan acuannya secara unik. Sehingga ‘kataforis’
memiliki acuan yang berlawanan dengan ‘anaforik’. Dalam prakteknya, penggunaan
kataforis dari artikel definit terbatas pada modifikasi dari frasa nomina yang
secara langsung membatasi acuan, sehingga acuan , untuk keperluan diskursus,
secara unik dapat ditetapkan. Oleh karena itu, postmodifikasi dari nomina di
bawah menegaskan penggunaan the:
The President of Mexico is to visit China
The girls sitting over there are my cousins
The wines of France are among the best in the world
The wines that France produces are among the best in the
world
Dalam prinsipnya,
tidak ada perbedaan antra postmodifikasi dengan premodifikasi untuk merincikan
acuan. Bandingkan:
The President of Mexico
The Mexican President
Terkadang
frasa nomina definit dapat disusun dengan struktur indefinit yang ekuivalen.
Dalam bentuk seperti ini, artikel definit umumnya tidak secara menyeluruh
kataforis, namun tetap memiliki sedikit referensi anaforis. Bandingkan dua
kalimat di bawah:
The bicycle John bought has been stolen
A bicycle John bought has been stolen.
Untuk kasus
lain, tidak ada alternatif indefinit, karena frasa tersebut memiliki denotasi
unik, seperti the Equator:
The height of Mont Blanc the
Parents of Elvis Presley
*a height of Mont Blanc *
(some) parents of Elvis Presley
Tidaklah
diperlukan untuk kita membentuk pernyataan pada kalimat [a] untuk menebak suatu
awalan seperti [b], namun diperlukan pada [c]:
The mud on your coat [a]
There’s some mud on your coat. [b]
You know there’s mud on your coat [c]
Tidak seperti
[d] dengan [e]
How did you get the mud on your coat? [d]
Did you know you have mud on your coat [e]
Did you know you have *the mud on your coat
4.1.7. Acuan
logis
Kita dapat
menggunakan istilah LOGIS untuk kasus dimana keunikan acuan yang tidak
dijelaskan dengan pengetahuan terhadap dunia, namun perhatiannya tertuju pada
interpretasi logis dari kata-kata tertentu. Kata-kata ini adalah postdeterminer
dan adjektiva yang berhubungan dengan keunikan; ordinal seperti first; ‘ordinal generik’ seperti next dan last; juga same, only,
sole; dan beberapa adjektiva superlatif
seperti best dan largest:
When is the
first flight to Chicago tomorrow?
This is the
only remaining copy
Of the three
newspapers we have in this city, this is the best.
Dalam kasus ini, artikel indefinit atau artikel nol akan
menjadi absurd.
Ada and I have
the same hobby.
*Ada and I
have a same hobby.
We must catch
the next bus.
*We must catch
a next bus.
Penggunaan
untuk acuan logis sangat berhubungan dengan acuan kataforis. Bandingkan kalimat
pertama dengan kalimat kedua di bawah ini
When is the flight that leaves first for Chicago
tomorrow
When is the first flight to Chicago tomorrow.
Kehadiran
frasa tetap seperti a best friend mungkin
digunakan dalam konteks khusus: misal jika anak selalu mengubah teman
terbaiknya, kita boleh menyatakan teman favorit terkininya sebagai a new best
friend. Dengan lebih bebas, artikel nol
bisa digunakan di depan frasa tetap seperti
He was best
man [‘groomsman’] at the wedding
He was the
best man for the job
*He was best
man for the job
He won first
prize.
4.1.8. Penggunaan
the untuk bagian tubuh
Dengan acuan
terhadap bagian dari tubuh seseorang dan diikuti dengan preposisi, the lebih
sering diunakan daripada pronomina posesif my, you, her, their. Dsb.
Mary banged
herself on the forehead
They pulled
her by the hair.
Everyone gave
us a pat on the back
Don’t keep
digging me in the ribs.
Dalam contoh
ini, pronomina personal atau nomina yang mengacu kepada ‘pemilik’ dari suatu
bagian tubuh adalah obyek, dan bagian tubuh adalah komplemen preposisional.
Terdapat klausa yang hampir bersinonim dimana klausa yang menyebutkan bagian
tubuh diawali dengan pronomina posesif, dan berfungsi sebagai obyek
I shook him by
the hand
I shook his
hand
Terkadang, mungkin, walaupun kadang-kadang tidak
idiomatis, menggunakan pronomina posesif menggantikan tempat the
I shook him by
his hand
He kissed her
on her cheek
She patted him
on his shoulder
Dalam kasus ini, frasa ‘pemilik’ adalah subyek dari
klausa:
My mother
complains of a pain in the/her hip
The wanted man
has a scar on the/his left cheek
Dalam kasus lain, pemilik bentuknya tersirat
daripada tersurat:
The doctor
diagnosed a fracture of the collarbone
Many patients
in the hospital suffered from a disease of the liver.
Tapi konstruksi-konstruksi di atas bukan menjadi
pengecualian dari aturan awal bahwa the mengacu kepada suatu hal yang telah
diidentifikasi secara unik dengan pengetahuan bersama. Tidak ada ketidakjelasan
dalam kasus-kasus tersebut dalam aspek mengetahui tubuh siapa yang dimaksud.
Pembatasan dari penggunaan the untuk komplemen
preposisi mengandung arti bahwa pronomina posesif, daripada the, harus
digunakan dalam contoh di bawah:
Have you
broken your arm? BUKAN: *Have you broken the arm?
Pembatasan yang lebih jauh dari the adalah pronomina
posesif haur digunakan apabila bagian tubuh tidak mengacu terhadap apa yang
dinyatakan dengan obyek langsung:
She throws the
ball with her left hand.
?She throws
the ball with the left hand.
Satu faktor yang bisa membuat kalimat yang diberi
tanda tanya di atas benar, dan ini normal, adalah interpretasi bahwa ‘dia
kidal’. Dengan cara yang sama:
She kicks the
ball with the left foot (karena ia
menggunakan kaki-kirinya atau [left-footed])
Dengan interpretasi seperti itu, the normal
digunakan, namun aturan ini tidak absolut.
4.2. Artikel
nol atau The (Frasa nomina dalam hubungan kopula)
Tidak seperti bahasa lain, bahasa Inggris umumnya
memerlukan artikel untuk nomina tunggal ketika berlaku sebagai komplemen.
Bill is an
engineer
*Bill is
engineer
Mary is the
secretary
*Mary is
secretary
Namun, terdapat satu kasus di mana artikel nol dapat
muncul di dalam konstruksi tersebut: ini adalah waktu dimana komplemen (atau
frasa nomina apositif[7] yang ekuivalen)
menyebutkan tugas/peran yang UNIK. Seperti contoh yang akan kita lihat di bawah
ini, artikel nol dapat bersulih-pakai dengan the:
Maureen is (the) capital of the team [1]
John F. Kennedy was (the)
President of the United States in 1961 [2]
As (the) chairman of the committee, I declare this
meeting closed [3]
They’ve appointed Fred (the) treasurer, and no doubt he
will soon become (the) secretary [4]
Anne Martin, (the) star of the TV series and (the)
author of a well-known book on international cuisine, has resigned from her
post on the Customer Council [5]
Hubungan
kopular yang ditandai dengan as diilustrasikan pada [3], sedangkan hubungan kopula dengan aposisi
diilustrasikan dengan [5]. Dalam contoh-contoh di atas, disiratkan bahwa hanya
ada satu orang yang memegang posisi-posisi yang disebutkan.
Catatan:
a.
Terdapat banyak contoh ketika
nomina yang menandakan nama jabatan unik diletakkan di awal kalimat
FBI Chief J. Edgar Hoover [6]
Chelsea center-forward Milton Smith [7]
Dengan apositif
terbatas [6, 7], artikel umumnya dihilangkan, namun dengan apositif takterbatas
[7a], artikel muncul:
The Chelsea centre-forward, Milton Smith
Terdapat hubungan (yang gradien) pada konstruksi terdahulu untuk penggunaan institusional dari gelar,
seperti King George, Chairman Mau, Doctor
Smith. Namun
penggunaan dari frasa yang lebih rumit dari gelar-gelar yang mendahului nama
merupakan ciri-ciri dari gaya jurnalistik yang terkadang disebut dengan
‘Timestyle’, karena berhubungan dengan majalah Time.
b.
Komplemen dengan turn adalah pengecualian di mana ia tetap memiliki artikel nol walaupun
tidak ada implikasi keunikan:
Jenny started out as a music student before she turned
linguist. TAPI: ... before
she became a linguist.
c.
Karena jabatan uniknya tersirat,
artikel definit umumnya diabaikan pada pernyataan gelar seperti the post of, the position of, dan
the role of:
After declining the post of Secretary of State, he
nevertheless found himself taking on the role of unofficial adviser to the
President.
d.
Penentu (determiner) seperti (the,
your, dsb) sering diabaikan pada surat resmi, misal
Please send the stipulated items, viz:
(i)
Birth
sertificate
(ii)
Passport
(iii)
Correct
fee
Bandingkan dengan
penghilangan artikel dalam kepala berita surat kabar.
4.3. A/an
4.3.1. Penggunaan
normal artikel indefinit
Penggunaan indefinite artikel gagasannya merupakan
artikel ‘tak bertanda; dengan maksud bahwa ia digunakan untuk (untuk nomina
terhitung tunggal) dimana kondisi penggunan the tidak dapat diperoleh. A/an X digunakan dimana acuan
X tidak
dapat diketahui secara unik dalam pengetahuan bersama penutur maupun pendengar[8]. Sehingga a/an umumnya digunakan ketika
acuan belum disebutkan sebelumnya, dan diasumsikan bahwa pendengar atau
pembicara belum familier dengannya.
An intruder
has stolen a vase. The intruder stole the vase from a locked case. The case was
smashed open.
Seperti yang kita lihat dari contoh (yang tidak
biasanya eksplisit), artikel indefinit, kontras dengan artikel definit, tidak
membuat asumsi tentang pengetahuan tentang suatu hal sebelumnya. Tetapi, dalam
penggunaan aktual, perbedaan bisa menjadi lebih kabur. Contohnya, percakapan
bisa dimulai dengan [1] atau dengan [1a]
A house on the
corner is for sale [1]
The house on
the corner is for sale [1a]
Yang hanya menjadi perbedaan adalah, pada [1a]
pembicara menganggap bahwa pendengar akan mengetahui rumah mana yang dimaksud
penutur (mungkin karena hanya ada satu rumah di sana), sedangkan, pada [1],
tidak ada asumsi yang tersirat.
Tidak seperti artikel definit, artikel indefinit
tidak menandakan koreferens dengan frasa nomina indefinit yang berada di
depannya. Pada kalimat [2], pembicara tidak menyatakan klaim bahwa dua jam
tersebut adalah sama (walaupun dia bisa sengaja mengimbalkan secara halus bahwa
memang benar berhubungan).
Bob lost a gold watch yesterday, and Bill was wearing a
gold watch this morning [2]
Namun apabila a gold watch yang kedua diganti dengan the gold
watch, klaim yang terbentuk adalah
benar bahwa dua jam tersebut identik, dan oleh karenanya (kemungkinan) Bill
adalah pencurinya.
4.3.2. Bagian
tubuh dengan a/an (alternatif the)
Artikel indefinit juga bisa digunakan dengan bagian
tubuh:
Sally has
sprained an ankle
He’s broken a
leg.
Tapi
tidak: *Roger has hurt a nose
A/an tidak digunakan kecuali apabila tubuh memiliki
lebih dari satu bagian tubuh yang disebut, sehingga kalimat terakhir di atas
absurd karena menyiratkan bahwa ia memiliki lebih dari satu hidung. Walaupun bagian
tubuhnya tidak unik (bagian kiri atau kanan, misal), pronomina posesif lebih
umum dipilih
Sally has
sprained her ankle
He’s broken
his leg.
I’ve cut my
finger.
4.3.3.
4.4.
5.
Penggunaan Artikel Nol vs. Some
Dengan nomina
jamak terhitung dan dengan nomina takterhitung, artikel indefinit tidak hadir.
Artikel nol yang digunakan.
Have you ever eaten roasted chestnuts?
Milk is good for you
Do you like folk music?
Namun determiner some merupakan ekuivalen dari
a/an. Perhatikan kontras”
I’ve just bought a melon
I’ve just bought some melons
I’ve just bought some melon
?I’ve just bought melons.
She has become a vegetarian
They have become vegetarians
*They have become some vegetarian.
Dalam kalimat
negatif, any
yang tidak ditekan ekuivalen dengan some, sehingga terdapat kontras di antara tiga kalimat
di bawah:
I haven’t bought any books.
? I haven’t bough books
They haven’t become vegetarians
*They haven’t become any vegetarians.
Perbedaan di
antara penggunaan artikel nol dan some bisa diringkas seperti ini: Some yang tidak ditekan,
walaupun terkadang dianggap sebagai artikel untuk nomina jamak, sebenarnya
tetap memiliki fungsi penyata bilangan, dan mengacu kepada suatu jumlah atau
kuantitas yang spesifik (walau tidak tentu). Sehingga pada I’ve just bought
some melons tidak menyatakan berapa banayk melon, namun sebenarnya jumlahnya
bisa dicari. Artikel nol, secara berlawanan, hanya menyatakan kategori kelompok
seseorang. Sehingga vegetarian pada she has become a vegetarian adalah kategori dari orang, dan kalimat ini
sederhananya menyatakan bahwa orang diacukan dengan menyatakan bahwa ia berada
dalam kategori itu.
Artikel nol
bisa digunakan daripada some, khususnya jika kontrasnya disiratkan dengan ciri
prosodik atau ciri suprasegmental[9].
I’ve just bought MĚLONS (tapi bukan GRAPES)
I haven’t bought BǑOKS (tapi I’ve
bought magazines)
Some dan artikel nol terkadang
dapat berterima keduanya, dalam kasus lain salah satunya kurang berterima, dan
dalam kasus lain bisa saja sama sekali tidak berterima. Dalam dua kasus di
bawah, some tidak
berterima.
These shoes are made of leather [1]
I’ve always preferred coffee to tea [2]
Dalam kalimat
pertama, penutur hanya tertarik pada jenis material yang menyusun sepatu itu:
jumlahnya tidak penting. Pada [2], fokusnya terdapat pada dua jenis minuman,
dan tidaklah relevan untuk mempertimbangkan jumlahnya.
Pada kasus
lain, pemberian some dapat memberikan perbedaan yang tajam dalam
pemaknaan, misal:
Joe’s been chasing women ever since he was young [3]
Dalam [3], some women akan memberi kesan
yang tidak tepat bahwa Joe dengan gigih mengejar sekelompok wanita yang sama,
daripada dia adalah Don Juan[10] yang memiliki sifat yang
sudah tak tertolong lagi.
Lalu, perbedaan
yang perlu kita buat, adalah antara perbedaan KATEGORIAL dari artikel nol, dan
makna KUANTITATIF dari some. Sehingga terlah terlihat bahwa makna generik dari
artikel nol seperti Tigers are fierce animals, tidak lebih dari varian khusus dari pemaknaan
kategorial. Namun masih lebih baik untuk memisahkan acuan generik, ketika kita
bisa menggantikan kata Tiger di atas menjadi all tigers tanpa perubahan arti
yang mencolok, dari acuan kategorial yang spesifik seperti kalimat [3], ketika
jelas bahwa tidak ada klaim bahwa semua perempuan telah digoda oleh Joe.
Seperti yang
sudah digambarkan, pilihan antara artikel nol dan some hanya berdasarkan aspek
fokus daripada perbedaan makna. Terdapat banyak situasi di mana artikel nol dan
some bisa
dibuat, dengan menghasilkan hanya sedikit pergeseran fokus. Bandingkan:
Would you like (some) coffee or (some) tea? [4]
I’ve been writing (Some) letters this morning [5]
We have just received (some) news from Moscow [6]
Varian tanpa some akan berfokus pada
kategori sebagai keseluruhan; misal [4] menanyakan dua jenis minuman, dan [5]
berkaitan dengan suatu jenis kegiatan, yaitu aktivitas menulis surat. Tapi
ketika some
ditambahkan, fokus berubah menjadi jumlah kopi dan teh, atau jumlah surat yang
dibuat, yang sedang ada dalam pikiran penutur.
6.
Penggunaan Artikel Indefinit (A/an) vs. Determinatif
Lain
6.1. Penggunaan
nonreferensial dari artikel indefinit
Artikel indefinit berhubungan dengan fungsi
komplemen dalam sebuah klausa, atau umumnya dengan frasa nomina dalam hubungan
kopular. Di sini artikel memiliki peran deskriptif (sama dengan adjektiva
predikatif), daripada peran pengacuan:
Paganini was a
great violinist
My daughter is
training as a radiologist
We found
Lisbon (to be) a delightful city
What a
miserable day (it is)!
Jika kalimat-kalimat di atas artikel indefinit
diperlukan, di contoh ini terdapat kebebasan dalam memilih:
Her duties as
(a) hostess
My appointment
as (a) lecturer
Jung as (a)
thinker.
Terkadang ketidak-mengacuan a/an berada dalam makna
yang lebih kuat; ia bisa tidak mengacu pada realitas sama sekali:
Leonard wants
to marry a princess who speaks five language
Dari kalimat ini, kita tidak dapat menentukan apakah
Leonard mengenal seorang putri spesifik dan akan menikah dengannya, atau ia
hanya menyebutkan kualifikasinya yang sangat ketat mengenai wanita yang akan ia
nikahi di masa depan. Dari yang kita ketahui selama ini, mungkin tidak ada
putri yang bisa lima bahasa sekaligus.
6.2. Penggunaan
artikel indefinit vs. one
Artikel indefinit sejarahnya diturunkan dari bentuk
taktertekan dari one, dan dalam Bahasa Inggris masa kini, masih banyak
konteks dimana ia digunakan ketika fungsi bilangan yang paling diutamakan. Oleh
karena itu one bisa digantikan dengan artikel a yang secara empatik ekuivalen
pada konstruksi koordinatif:
A mile or two cf: one or two miles
The Wright have
two daughter and a son.
A foot and a half
of water cf: one and a half
feet
Kalimat di bawah adalah contoh lain dimana one bisa menggantikan a/an, dan
dimana adjektiva single bisa digunakan sebaga penguat artikel a atau one.
Mungo can walk forty
miles in a (single) day
They didn’t stop
taliking for a (single) moment.
There’s not a
(single) pickled onion in the house.
A/an umumnya hadir dalam makna kuasi-numerik ketika
diikuti sebuah kalimat negatif.
Penggunaan artikel indefinit untuk fungsi numerik
atau bilangan paling umum dalam pernyataan-pernyataan di bawah.
a hundred, a
dozen, a score, a thousand, a million, a million and a half, a quarter/a
twelfth of + noun
Yang lain digunakan sebagai pembilang jumlah dalam a few, a little, a
great many, a large number of, dan juga
dalam frasa pengukuran seperti:
Half an hour, ten
dollars a day, sixty miles an hour, three times a minute.
Perlu diingat bahwa one tidak bisa menggantikan penggunaan a/an untuk makna
generik.
7.
Catatan
1) Penggunaan disebut pada: Swan (2016),
Subbab 12, poin 135.1
2) Penggunaan disebut pada: Swan
(2016), Subbab 12, poin 135.1
3) Penggunaan disebut pada: Swan
(2016), Subbab 12, poin 135.1
8.
Daftar Pustaka
Berezowski,
Leszek. (2009). The
Myth of the Zero Article.
New York: Continuum Internasional Publishing Group. Halaman 25-26.
Jespersen,
O. 1949. A M
Kridalaksana,
H. 2009. Kamus
Linguistik . Edisi
ke-4. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Swan,
Michael. 2016. Practical
English Usage. Oxford:
Oxford University Press
Quirk
et. al. (1985). A
Comprehensive Grammar of the English Language. Longman: USA. hlm. 265-297
[1] Untuk penguraian pembagian
yang lebih rinci: Quirk et. al (1985), A Comprehensive Grammar of the English
Language. Longman:
USA hlm. 256.
[2]
Untuk penguraian
pembagian yang lebih rinci pada berbagai macam nomina tentang negara
kewarganegaraan berdasarkan negara, acuan, dan keterhitungannya (jamak atau
tunggal), lihat: Quirk et. al (1985), A Comprehensive Grammar of the English
Language. Longman:
USA hlm. 284-285
[3] Lihat Catatan 3 pada bab 7.
[4]
lihat: Quirk et. al (1985), A Comprehensive Grammar of the
English Language. Longman: USA
hlm. 277-280 (5.43 sampai dengan 5.49)
[5] Ada tabel hubungan tingkat keawaman
dengan artikel yang sesuai yang dirangkum oleh Berezowski (2009) dari buku
Jespersen (1949). Untuk lebih jelasnya lihat: Berezowski, Leszek. (2009). The Myth of the Zero Article. New York: Continuum Internasional
Publishing Group. Halaman 25-26.
[6] Lihat Catatan Nomor 1 pada bab
7.
[7] Frase nomina apositif merupakan
frasa endosentris yang berinduk banyak dan bagian-bagiannya tidak dihubungkan
dengan penghubung (seringkali dengan jeda) dan yang masing-masing menunjuk pada
referen yang sama dalam alam di luar bahasa; misal Amin, teman saya, sedang menuju
Pondok Gontor. Frase nomina apositif memiliki
perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya.
[8] Lihat Catatan 2 di bab 7.
[9] Ciri
suprasegmental atau ciri prosodik adalah ciri ujaran (karakteristik suatu
ujaran) yang melingkupi lebih dari satu segmen ujaran atau bunyi, yaitu nada,
tekanan, sendi, dan intonasi. Menurut J.R. Firth, dikutip dari Kridalaksana (2009)
dalam analisis fonologi, terdapat dua satuan, yaitu satuan fonematis dan
prosodi. Ciri-ciri seperti palatalisasi, nasalisasi, atau pembundaran bibir
diperlakukan sebagai prosodi. Analisis fonologi prosodi ini mencoba
menghubungkan fonologi dengan gramatika. Di sini bisa diartikan bahwa beda
bunyi bisa mempengaruhi penggunaan artikel nol vs. Some.
[10] ‘Don Juan’ mengacu pada seorang
bangsawan asal Spanyol yang dikenal dengan kehidupan penuh syahwat dan orang
yang senang menggoda wanita. Sekarang nama itu diserap sebagai istilah untuk
menyebut seseorang yang senang menggoda wanita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar